35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir Mahpud

35 tahun Primajasa
Dr. Usman Kusmana, M.Si. (Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya)
0 Komentar

Aman Dalam transportasi, keselamatan tidak dapat ditawar. Keamanan dan keselamatan penumpang harus ditempatkan lebih tinggi daripada kecepatan, target pendapatan, atau kepentingan operasional lainnya. Setiap kendaraan membawa manusia yang mempunyai keluarga, harapan, dan masa depan.

Karena itu, prinsip aman harus diterjemahkan melalui kelayakan armada, pemeriksaan kendaraan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kesehatan pengemudi, pengaturan jam kerja, peningkatan kompetensi awak kendaraan, serta budaya berkendara yang bertanggung jawab.

Konsep ETA pada akhirnya membentuk satu kesatuan nilai: Pelayanan harus terjangkau oleh masyarakat, menghargai waktu penumpang, dan menjamin keselamatan perjalanan.

Baca Juga:Periksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta BeginiKorban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku

Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan. Transportasi yang murah tetapi tidak aman bukan pelayanan yang baik. Transportasi yang aman tetapi tidak disiplin terhadap waktu juga akan kehilangan kepercayaan. Demikian pula, ketepatan waktu tidak boleh dikejar dengan mengorbankan keselamatan.

“Tiada Hari Tanpa Benefit” Filosofi lain yang sering ditanamkan H. Amir Mahpud adalah prinsip “Tiada Hari Tanpa Benefit.” Kata benefit dalam prinsip ini seharusnya tidak ditafsirkan secara sempit sebagai keuntungan finansial. Benefit mempunyai makna yang lebih luas: setiap hari harus menghasilkan manfaat, kemajuan, perbaikan, atau nilai tambah.

Bagi perusahaan, setiap hari harus membawa perbaikan pelayanan. Bagi karyawan, setiap hari harus menjadi kesempatan meningkatkan kemampuan. Bagi pimpinan, setiap hari harus melahirkan keputusan yang bermanfaat. Bagi masyarakat, kehadiran perusahaan setiap hari harus memberikan kemudahan, keamanan, dan akses mobilitas.

Filosofi ini sejalan dengan gagasan continuous improvement dalam manajemen modern. Organisasi besar tidak hanya tumbuh melalui satu terobosan spektakuler. Ia tumbuh melalui ribuan perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Hari ini kendaraan diperiksa lebih teliti. Hari ini keluhan penumpang dijawab lebih cepat. Hari ini pengemudi lebih disiplin. Hari ini pelayanan loket lebih ramah. Hari ini biaya operasional dikelola lebih efisien. Hari ini perusahaan memberikan manfaat lebih besar daripada kemarin. Jika perbaikan kecil tersebut dilakukan setiap hari, dalam jangka panjang ia akan membentuk lompatan besar.

Prinsip “Tiada Hari Tanpa Benefit” juga menegaskan bahwa keberadaan manusia seharusnya selalu memberikan manfaat. Nilai ini melampaui kepentingan bisnis. Ia merupakan filosofi hidup.

0 Komentar