TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberi tekanan terhadap ketersediaan air bersih di Kota Tasikmalaya. Sejumlah wilayah mengalami kekurangan pasokan air sehingga warga membutuhkan bantuan distribusi air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat, hingga 1 September 2026, dampak kekeringan telah tersebar di sembilan dari 10 kecamatan.
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, laporan terbaru datang dari Kecamatan Cihideung, tepatnya Kelurahan Argasari.
Baca Juga:Maulid yang Menunggu Wali Kota!Audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya, Vendor Bongkar Boroknya Parkir
“Sekarang sudah sembilan kecamatan yang terdampak. Kemarin ada tambahan laporan dari Cihideung, tepatnya di Kelurahan Argasari,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan pembaruan data BPBD, kekeringan telah dirasakan di 30 kelurahan dari total 69 kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut membuat ribuan keluarga harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah dan pihak terkait.
Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan air bersih kepada 12.517 kepala keluarga atau sekitar 40.808 jiwa. Bantuan tersebut dikirim ke 97 titik dengan total 166 rit distribusi.
“Kalau untuk volume air yang sudah disalurkan sampai sekarang sekitar 757 ribu liter,” ujarnya.
Dari sejumlah wilayah terdampak, Kecamatan Purbaratu menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan distribusi cukup tinggi. Bantuan air bersih telah dikirim ke enam kelurahan dengan total 46 rit.
Distribusi terbanyak berada di Kelurahan Singkup yang mencapai 23 rit. Berikutnya Kelurahan Sukamenak delapan rit, Sukanagara tujuh rit, Sukajaya enam rit, sementara Kelurahan Sukaasih dan Purbaratu masing-masing menerima satu rit.
Kebutuhan serupa juga terjadi di Kecamatan Kawalu. BPBD mencatat sebanyak 39 rit air bersih telah didistribusikan ke enam kelurahan. Karanganyar menjadi wilayah dengan distribusi tertinggi sebanyak 17 rit, disusul Cilamajang delapan rit, Cibeuti dan Urug masing-masing lima rit, Gunung Gede tiga rit, serta Talagasari satu rit.
Baca Juga:Tender Kursi Ketua GAPENSIGUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU
Sementara itu, di Kecamatan Mangkubumi, bantuan air bersih mencapai 30 rit yang tersebar di tujuh kelurahan. Kelurahan Karikil tercatat menerima distribusi paling banyak, yakni 15 rit.
Kemudian Cigantang tujuh rit, Cipari dan Sambongjaya masing-masing tiga rit, Mangkubumi dua rit, serta Linggajaya dan Sambongpari masing-masing satu rit. Distribusi air bersih juga menyasar wilayah lainnya. BPBD mencatat Tamansari mendapat 26 rit, Cipedes sembilan rit, Cibeureum tujuh rit, Indihiang tiga rit, sedangkan Bungursari dan Cihideung masing-masing satu rit.
