Tender Kursi Ketua GAPENSI

Ketua gapensi kota tasikmalaya
Ilustrasi AI
0 Komentar

TASIKMALAYA,RADARTASIK.ID — Ada tender yang tidak menggunakan dokumen penawaran.

Tidak perlu jaminan pelaksanaan. Tidak ada nilai proyek. Tidak ada pemenang berdasarkan harga terendah.

Namanya: tender kursi ketua. BPC GAPENSI Kota Tasikmalaya sedang membuka tender semacam itu. Bukan tender proyek. Tender kepemimpinan.

Baca Juga:GUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNUKebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu Dievaluasi

Ketua BPC GAPENSI Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 akan dipilih dalam Muscab VI, 8 September 2026 di Hotel Santika.

Pendaftaran calon ditutup 3 September pukul 14.00 WIB. Masih ada waktu. Tapi waktu dalam politik organisasi kadang lebih mahal daripada waktu di proyek konstruksi.

Lima hari bisa terasa lima bulan. Bisa juga terasa lima menit. Tergantung siapa yang sedang menghitung peluang.

Di dunia kontraktor, sebelum mengikuti tender orang membaca dokumen. Di GAPENSI juga begitu. Bedanya, dokumen yang harus dibaca bukan hanya spesifikasi teknis. Ada ART. Ada peraturan organisasi. Ada KTA. Ada akta perusahaan.

Dan ada satu syarat yang cukup menarik: Calon harus pernah duduk dalam badan pengurus lengkap BPC GAPENSI sekurang-kurangnya satu periode. Jadi tidak bisa tiba-tiba muncul.

Tidak bisa pagi belum dikenal, sore minta dipilih. Organisasi rupanya punya semacam paket pengalaman. Minimal pernah mencicipi dapur organisasi. Pernah tahu bagaimana kompor menyala.

Pernah tahu bagaimana panci bisa panas.Dan mungkin pernah tahu bahwa mengurus organisasi tidak selalu semanis pidato ketika kampanye.

Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi

Menjadi kontraktor memang harus pandai menghitung. Menghitung volume. Menghitung biaya. Menghitung risiko. Menghitung keuntungan.

Menjadi ketua organisasi juga harus pandai menghitung. Tetapi hitungannya berbeda.Harus menghitung harapan anggota. Menghitung kemampuan organisasi.

Menghitung hubungan dengan pemerintah.Menghitung kepentingan dunia usaha. Dan yang paling sulit: menghitung kapan harus mengatakan iya dan kapan harus mengatakan tidak.

Sebab ketua organisasi bukan mandor yang bisa memerintah semua orang. Bukan pula pemilik proyek yang bisa menentukan semuanya.

Ketua adalah semacam kontraktor harapan. Yang dikontrak bukan bangunan.Yang dibangun adalah kepercayaan. Dan proyek semacam itu tidak pernah selesai dalam satu tahun anggaran.

Menariknya, Muscab GAPENSI kali ini berlangsung ketika dunia konstruksi juga tidak sedang berada di ruang hampa.Kontraktor membutuhkan proyek. Pemerintah membutuhkan pembangunan.Masyarakat membutuhkan hasil pembangunan. Sementara anggaran pemerintah punya batas.

0 Komentar