Di situlah ketua GAPENSI harus pandai membaca gambar. Bukan gambar bangunan. Tetapi gambar besar dunia konstruksi. Kalau salah membaca gambar, bangunan bisa miring. Kalau salah membaca keadaan, organisasi bisa kehilangan arah.
Lalu muncullah pertanyaan klasik setiap menjelang pemilihan ketua: Siapa yang maju? Pertanyaan ini sederhana. Jawabannya biasanya tidak.
Sebab dalam organisasi, orang yang paling cepat mengatakan ingin maju belum tentu yang paling serius. Dan orang yang paling keras mengatakan tidak mau maju belum tentu benar-benar tidak mau.
Baca Juga:GUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNUKebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu Dievaluasi
Ada yang terang-terangan. Ada yang malu-malu. Ada yang didorong. Ada yang mendorong dirinya sendiri tetapi mengatakan sedang didorong orang lain. Itulah seni demokrasi organisasi. Kadang kandidat tidak perlu kampanye. Cukup sering ngopi. Sisanya biar teman yang bercerita.
Tetapi ada satu hal yang perlu diingat. Kursi ketua GAPENSI bukan kursi proyek. Jangan sampai orang melihatnya seperti itu. Kursi ketua adalah kursi tanggung jawab. Proyek mempunyai nilai kontrak. Jabatan ketua tidak.
Proyek mempunyai masa pelaksanaan. Jabatan ketua juga punya masa bakti. Proyek punya berita acara serah terima. Kepemimpinan punya sejarah. Dan sejarah tidak bisa dimanipulasi dengan addendum.
Kalau pekerjaan proyek gagal, bangunan bisa diperbaiki. Kalau kepemimpinan gagal, yang rusak bukan hanya bangunan. Yang rusak bisa kepercayaan.
Karena itu Muscab VI GAPENSI Kota Tasikmalaya sebaiknya tidak berubah menjadi sekadar perlombaan mencari siapa yang paling banyak mendapatkan dukungan.
Lebih penting mencari siapa yang paling mampu mengubah dukungan menjadi kerja. Sebab tepuk tangan Muscab hanya berlangsung beberapa menit. Masa bakti berlangsung lima tahun. Tepuk tangan cepat habis. Masalah anggota datang setiap hari.
Dan mungkin inilah tender paling sulit dalam kehidupan seorang kontraktor. Bukan tender proyek senilai miliaran. Melainkan tender untuk mendapatkan kepercayaan.
Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi
Dalam tender proyek, pemenang mendapatkan kontrak. Dalam tender kehidupan organisasi, pemenang mendapatkan amanah. Kontrak bisa dihitung dalam rupiah.
Amanah tidak. Kontrak bisa selesai. Amanah terus dibawa pulang. Maka siapa pun yang nanti terpilih menjadi Ketua BPC GAPENSI Kota Tasikmalaya, jangan merasa telah memenangkan tender.
