EMAS di Ambang Masuk GDX! Siap Dapat Inflow hingga US$119 Juta, PSAB Terancam Terdepak

GDX
Ilustrasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Dengan demikian, faktor kapitalisasi pasar dan likuiditas relatif mendukung EMAS untuk memenuhi persyaratan masuk indeks.

AMMN dan BRMS Berpotensi Mengalami Pengurangan Bobot

Sementara itu, AMMN dan BRMS diperkirakan tetap berada dalam GDX. Kendati demikian, kedua saham tersebut berpotensi mengalami sedikit pengurangan bobot secara pasif apabila komposisi indeks mengalami penyesuaian.

Untuk AMMN, potensi pengurangan dana diperkirakan sekitar US$0,3 juta–US$6,5 juta.

Baca Juga:Honda Modif Contest 2026 Bandung Bikin Ciwalk Bergemuruh, 154 Modifikator Adu KreativitasBPJS Ketenagakerjaan Banjar Husein Kartasasmita Dukung Program PEKA untuk Bangkitkan Keluarga Ahli Waris

Adapun BRMS berpotensi mengalami pengurangan sekitar US$0,2 juta–US$5,1 juta.

Kedua estimasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan setengah volume perdagangan harian masing-masing saham.

Besarnya potensi perubahan bobot bergantung pada seberapa dalam cakupan GDX pada saat rebalancing. Variabel tersebut juga menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah EMAS akan masuk ke dalam indeks.

Jika EMAS akhirnya masuk GDX, potensi pengurangan bobot AMMN dan BRMS diperkirakan berada di kisaran atas dari rentang tersebut.

PSAB Berisiko Keluar GDXJ

PSAB menjadi emiten yang menghadapi risiko berbeda. Saham tersebut berpotensi dikeluarkan dari GDXJ apabila harga penutupan tidak mampu mencapai level yang diperlukan.

Berdasarkan estimasi, PSAB perlu ditutup di sekitar Rp 640 per saham pada Senin (31/8) untuk mengurangi risiko keluar dari indeks.

Jika akhirnya dikeluarkan, PSAB diperkirakan mengalami outflow sekitar US$2,4 juta. Nilai tersebut setara dengan sekitar 2,6 persen dari free float dan masih berada di bawah volume perdagangan harian PSAB.

Baca Juga:Dikejar Waktu Saat Berkendara? Ini Alasan Anda Sebaiknya Berangkat Lebih AwalTim Futsal MTs Garut Juara Porseni Jawa Barat

Dengan demikian, dampak arus dana akibat potensi keluarnya PSAB dari GDXJ diperkirakan relatif minimal.

ARCI Diproyeksikan Aman di GDXJ

Sementara itu, posisi ARCI di GDXJ diperkirakan relatif aman.

Pada harga Rp 1.330 per saham, ARCI berada sekitar 34 persen di atas level threshold yang diperkirakan berada di Rp 995 per saham. Kondisi tersebut membuat posisi ARCI di GDXJ dinilai masih cukup kuat.

Namun, situasinya berbeda jika dikaitkan dengan GDX. Kapitalisasi pasar ARCI masih dinilai terlalu kecil untuk masuk ke indeks tersebut.

Dengan asumsi free float saat ini berada di level 10 persen, ARCI setidaknya membutuhkan harga sekitar Rp 21.050 per saham agar dapat mencapai level yang diperlukan untuk masuk GDX.

0 Komentar