EMAS di Ambang Masuk GDX! Siap Dapat Inflow hingga US$119 Juta, PSAB Terancam Terdepak

GDX
Ilustrasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Sementara itu, persyaratan bagi perusahaan yang sudah menjadi anggota indeks relatif lebih longgar. Emiten yang telah terinklusi setidaknya harus memiliki 25 persen pendapatan atau sumber daya mineral dari emas atau perak, free float minimal 5 persen, dan kapitalisasi pasar sekurang-kurangnya US$75 juta.

Kriteria tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menilai posisi PSAB. Ketentuan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa perusahaan tambang dengan sumber pendapatan mayoritas berasal dari komoditas lain, seperti tembaga, masih dapat masuk ke dalam indeks yang berfokus pada perusahaan tambang emas.

Threshold GDX Tidak Memiliki Angka Tetap

Berbeda dengan indeks yang menggunakan batas kapitalisasi pasar tetap, GDX tidak menetapkan threshold ukuran perusahaan secara permanen untuk menentukan saham yang dapat masuk.

Baca Juga:Honda Modif Contest 2026 Bandung Bikin Ciwalk Bergemuruh, 154 Modifikator Adu KreativitasBPJS Ketenagakerjaan Banjar Husein Kartasasmita Dukung Program PEKA untuk Bangkitkan Keluarga Ahli Waris

Pemilihan saham mempertimbangkan cakupan indeks hingga mencapai target 90 persen coverage serta batas minimal 25 perusahaan.

Untuk memperkirakan batas tersebut, digunakan free float market cap terkecil yang diterima pada review GDX Juni 2026 sebagai proxy. Angka tersebut kemudian disesuaikan dengan kinerja GDX selama tiga bulan terakhir.

Sementara untuk GDXJ, perhitungan menggunakan data rebalancing Maret 2026. Hal ini disebabkan GDXJ hanya melakukan review pada Maret dan September setiap tahunnya.

EMAS Berpotensi Mendapat Inflow hingga US$119 Juta

Jika EMAS mampu mencapai harga sekitar Rp 9.100 per saham dan akhirnya masuk ke GDX, saham tersebut berpotensi mendapatkan arus dana atau inflow sekitar US$115 juta–US$119 juta.

Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 4,1–4,2 persen dari free float dan sekitar 13 hari perdagangan.

Namun, peluang EMAS masuk GDX masih dipandang sebagai kemungkinan, bukan skenario dasar. Pasalnya, harga Rp 9.025 per saham pada akhir sesi pertama hanya sedikit berada di bawah estimasi harga masuk terendah berdasarkan tiga skenario yang digunakan.

Ada sejumlah faktor yang mendukung peluang tersebut.

Pertama, free float market cap EMAS pada harga Rp 9.025 per saham diperkirakan mencapai sekitar US$2,78 miliar. Angka tersebut sudah lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar anggota GDX terkecil saat ini yang berada di sekitar US$2,5 miliar.

Baca Juga:Dikejar Waktu Saat Berkendara? Ini Alasan Anda Sebaiknya Berangkat Lebih AwalTim Futsal MTs Garut Juara Porseni Jawa Barat

Kedua, likuiditas tidak menjadi kendala. Nilai perdagangan harian EMAS mencapai sekitar US$9 juta, jauh di atas persyaratan minimum ADTV sebesar US$1 juta untuk emiten baru.

0 Komentar