TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya memberikan pendampingan kepada guru Matematika SMP di Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kompetitif tahun 2026 tersebut digelar di Aula eks Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan melalui skema Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PPBM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsil tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Kegiatan diikuti Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Dadang Darmanto SPd MPd serta 30 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Tak Lagi Menunggu Masyarakat Datang, RSUD dr Soekardjo Hadir Menyapa Lewat Program Sapa SehatKKN Muhammadiyah Aisyiyah Kelompok 83 Gelar Sosialisasi Parenting di RA Al Hidayah
Ketua Tim Pengabdian Unsil Dr Mega Nur Prabawati MPd mengatakan, pendidikan matematika berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis, dan kreatif peserta didik. Matematika juga melatih kemampuan pemecahan masalah dan penalaran yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, perkembangan kebijakan pemerintah yang mulai memperkenalkan TKA sebagai bentuk evaluasi kemampuan akademik membuat guru perlu meningkatkan kompetensi dalam menyusun instrumen penilaian. Hal itu penting karena hasil evaluasi pendidikan menunjukkan capaian peserta didik dalam bidang matematika masih relatif rendah, terutama pada soal yang membutuhkan penalaran dan pemecahan masalah.
“Di sini lah perlu upaya peningkatan kompetensi guru dalam bidang asesmen dapat dilakukan melalui berbagai program pengembangan profesional, salah satunya melalui pelatihan dan pendampingan mengembangkan soal Tes Kemampuan Akademik melalui pendampingan di Kabupaten Tasikmalaya. Program pelatihan yang disertai pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran maupun instrumen penilaian,”ujarnya.
Mega menjelaskan, berdasarkan diskusi awal dengan guru yang tergabung dalam MGMP Matematika SMP wilayah Sukaraja, sebagian guru masih mengalami kesulitan menyusun soal TKA sesuai tuntutan pembelajaran. Soal evaluasi yang digunakan masih banyak bersifat konvensional dan belum sepenuhnya mengukur kemampuan penalaran matematis serta pemecahan masalah siswa.
“Oleh karena itu, guru matematika perlu memiliki keterampilan dalam menyusun kisi-kisi soal, menulis butir soal yang berkualitas, serta melakukan analisis terhadap kualitas soal yang digunakan,” katanya kepada Radar, Minggu (30/8/2026).
