Pelatih asal Portugal itu beberapa kali menunjukkan keberanian mengambil keputusan yang tidak biasa.
Ia mengubah peran Samuel Chukwueze menjadi pemain sayap yang memiliki tanggung jawab besar dalam membantu serangan dan pertahanan.
Amorim juga sebelumnya memberikan kepercayaan kepada pemain yang dianggap masih membutuhkan pembuktian.
Baca Juga:AC Milan Menang Tipis Atas Torino, Jurnalis Italia: Amorim Salah Susun PemainKolo Muani Mandul, Spalletti: Juventus Butuh Penyerang Baru
Kini, Cissé menjadi salah satu proyek menarik yang ingin dikembangkannya di Milan.
Kepercayaan itu mulai terbayar sejak pramusim. Cissé tampil meyakinkan dalam sesi latihan dan pertandingan uji coba dengan menunjukkan kualitas, kecepatan, keberanian serta kepribadian yang kuat.
Penampilan melawan Manchester United menjadi salah satu momen yang membuat Amorim semakin yakin.
Cissé mencetak gol yang membuat Milan sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Setelah pertandingan tersebut, Amorim bahkan memberikan peringatan kepada pemain senior Milan.
“Dengan cara dia bermain, Cissé akan membuat hidup Leao menjadi sulit,” kata Amorim.
Pernyataan itu menjadi gambaran jelas mengenai rencana Amorim. Ia tidak melihat usia sebagai penghalang bagi Cissé untuk mendapatkan tempat di skuad utama.
Baca Juga:Rating Pemain AC Milan Saat Tumbangkan Torino 2-1: Cisse Bersinar, Chukwueze Jadi BintangVieri Akui Serie A Sudah Hilang Masa Jayanya: Semua Orang Ingin Pindah ke Liga Inggris
Keyakinan Amorim kembali terlihat ketika konferensi pers jelang pertandingan Torino kontra Milan.
Seorang jurnalis bertanya kepada Amorim mengenai pemain yang paling mengejutkannya selama berada di Milan.
Jawaban sang pelatih langsung mengarah kepada Cissé.
“Sulit untuk mengatakannya. Saya suka banget Cissé. Saya suka banget Cissé. Saya berharap dia tidak mendengarnya, karena nanti dia bisa menjadi terlalu percaya diri,” ujar Amorim sambil tertawa.
Ucapan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Cissé memang masuk dalam rencana utama Amorim.
Dan benar saja, Amorim kemudian menurunkannya sejak menit pertama melawan Torino.
Keputusan tersebut semakin mengejutkan karena Cissé sebelumnya diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk berkembang melalui skema peminjaman.
Faktanya, ia justru mendapatkan kesempatan bermain sejak awal di pertandingan pertama Serie A.
Lebih istimewa lagi, Cissé langsung mencetak gol.
Kesempatan Cissé untuk mendapatkan tempat di skuad utama juga tidak terlepas dari situasi lini serang Milan yang belum sepenuhnya stabil.
