RADARTASIK.ID – Christian Vieri menilai Serie A sudah kehilangan sebagian kejayaannya dibandingkan era ketika dirinya masih aktif bermain.
Mantan striker Timnas Italia tersebut melihat perubahan besar dalam peta kekuatan sepak bola Eropa, terutama dari sisi finansial.
Vieri menyampaikan pandangannya ketika menjadi bintang tamu dalam videopodcast The Late Run milik Goal.com.
Baca Juga:Torino vs AC Milan: Mario Gila dan Goncalo Ramos Jadi StarterDaftar Nomor Punggung Pemain Inter Milan: Aleksandar Stankovic Pilih Bekas Nomor Ayahnya
Menurutnya, salah satu faktor utama yang membuat Serie A begitu kuat pada masa lalu adalah kemampuan klub-klub Italia untuk mengeluarkan dana besar demi mendatangkan pemain terbaik dunia.
“Dulu klub-klub memiliki banyak uang. Itu hal yang paling penting,” ujar Vieri.
Ia kemudian mengenang masa ketika AC Milan, Inter Milan, AS Roma, dan Parma sama-sama memiliki skuad yang dipenuhi pemain bintang.
“AC Milan memiliki 25 pemain penting. Di Inter ada Ronaldo dan Roberto Baggio. Di Roma ada Francesco Totti, Gabriel Batistuta, dan Vincenzo Montella. Di Parma ada Gigi Buffon dan Lilian Thuram,” kata Vieri.
Menurutnya, kualitas pemain yang merumput di Italia pada masa tersebut membuat Serie A menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia.
“Para pemain yang ada pada masa itu dan tim-tim nasionalnya luar biasa,” lanjutnya.
Situasi tersebut, menurut Vieri, sudah berubah drastis. Liga Inggris kini menjadi magnet utama bagi pemain-pemain terbaik karena kekuatan finansial klub-klub Premier League jauh lebih besar.
Baca Juga:Benarkah Rafael Leao Akan Gabung AS Roma di Hari Terakhir Bursa Transfer Musim Panas? Kata Pertama Curtis Jones Setelah Gabung Inter Milan: Siap Bawa Nerazzurri ke Level Lebih Tinggi
“Sekarang semua orang ingin pergi ke Premier League. Uang berputar di sana. Anda tahu bahwa klub-klub besar bisa membeli pemain-pemain terbaik,” tuturnya.
Komentar Vieri menggambarkan perubahan besar yang terjadi dalam sepak bola Eropa selama dua dekade terakhir.
Jika pada era 1990-an hingga awal 2000-an Serie A menjadi tujuan utama para pemain bintang, kini Premier League mengambil posisi tersebut.
Manchester City, Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea hingga klub-klub Premier League lainnya memiliki kekuatan finansial yang membuat mereka mampu bersaing mendapatkan pemain top dari berbagai negara.
Kondisi tersebut membuat Serie A lebih sulit mempertahankan pemain terbaiknya.
