RADARTASIK.ID – AC Milan mengawali Serie A 2026-2027 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino.
Hasil tersebut memberikan tiga poin penting bagi Rossoneri sekaligus menjadi awal positif bagi Ruben Amorim dalam debutnya sebagai pelatih di kompetisi Italia.
Meski berhasil meraih kemenangan, performa Milan tidak sepenuhnya mendapatkan pujian.
Jurnalis Italia Sandro Sabatini menilai Amorim melakukan kesalahan ketika menentukan susunan pemain awal.
Baca Juga:Kolo Muani Mandul, Spalletti: Juventus Butuh Penyerang BaruRating Pemain AC Milan Saat Tumbangkan Torino 2-1: Cisse Bersinar, Chukwueze Jadi Bintang
Menurut Sabatini dalam kolom editorialnya di Calciomercato, keputusan Amorim mencadangkan sejumlah pemain berpengalaman justru membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.
“Amorim memulai dengan baik, debut yang bagus. Milan mendapatkan tiga poin penting di Torino. Akan tetapi, harus dikatakan dengan jelas bahwa pelatih asal Portugal itu salah dalam memilih susunan pemain,” tulis Sabatini.
Satu keputusan Amorim yang justru mendapatkan pujian adalah keberaniannya menurunkan Alphadjho Cissé sejak menit pertama.
Pemain kelahiran 2006 tersebut membayar kepercayaan sang pelatih dengan cara terbaik.
Cissé mencetak gol pembuka Milan dan tampil meyakinkan dalam peran yang sebelumnya identik dengan Rafa Leao.
Bagi Sabatini, Cissé merupakan pemain muda yang layak mendapatkan perhatian serius, terutama karena posisinya di lapangan cukup kontroversial setelah kepergian atau absennya Leao dari peran tersebut.
“Selain satu pemain, yaitu Cissé, yang justru membalas kepercayaan itu dengan gol dan penampilan luar biasa. Dia adalah pemain muda yang harus diikuti dengan sangat perhatian dalam posisi kontroversial yang sebelumnya ditempati Rafa Leao,” lanjut Sabatini.
Kritik terbesar Sabatini tertuju pada komposisi Milan di awal pertandingan. Menurutnya, Rossoneri memang menguasai bola, tetapi penguasaan tersebut tidak menghasilkan ancaman yang berarti.
Baca Juga:Vieri Akui Serie A Sudah Hilang Masa Jayanya: Semua Orang Ingin Pindah ke Liga InggrisFans Atletico Kesal Julian Alvarez Ngotot Pindah ke Barcelona
Milan terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi sirkulasi bola berjalan lambat dan serangan tidak cukup tajam.
Kondisi tersebut membuat Torino mampu bertahan dengan relatif nyaman.
“Pada awal pertandingan, Amorim tidak meyakinkan dengan susunan pemain tersebut. Penguasaan bola yang steril tidak menghasilkan apa-apa,” ujar Sabatini.
Situasi berubah ketika Amorim mulai memasukkan para pemain yang sebelumnya dicadangkan.
