AC Milan Menang Tipis Atas Torino, Jurnalis Italia: Amorim Salah Susun Pemain

Ruben Amorim
Ruben Amorim Foto: Instagram @acmilan
0 Komentar

Luka Modric, Adrien Rabiot, Saelemaekers dan Matteo Gabbia memberikan energi serta pengalaman tambahan.

Perubahan tersebut akhirnya membuat permainan Milan terlihat lebih matang.

Modric, yang secara mengejutkan tidak masuk starting XI, dimainkan pada babak kedua.

Kehadiran gelandang asal Kroasia tersebut langsung memberikan pengaruh terhadap tempo permainan.

Baca Juga:Kolo Muani Mandul, Spalletti: Juventus Butuh Penyerang BaruRating Pemain AC Milan Saat Tumbangkan Torino 2-1: Cisse Bersinar, Chukwueze Jadi Bintang

Rabiot juga masuk pada menit ke-56 dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kontribusinya. Ia mencetak gol kedua Milan setelah memanfaatkan umpan Chukwueze.

Gol tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kemenangan Milan di Torino.

Sabatini melihat masuknya para pemain senior membuat Milan memiliki konsistensi permainan yang berbeda dibandingkan babak pertama.

“Ketika Modric, Rabiot, Saelemaekers, Gabbia dan semua pemimpin dari musim lalu yang secara tidak layak ditinggalkan di bangku cadangan masuk, tim memiliki konsistensi yang berbeda dan akhirnya membawa kemenangan pulang,” tulisnya.

Penilaian tersebut sejalan dengan jalannya pertandingan. Milan memang membuka keunggulan melalui Cissé, tetapi Torino tetap mampu memberikan tekanan.

Setelah Rabiot mencetak gol kedua, Rossoneri terlihat lebih mampu mengontrol pertandingan.

Torino kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Che Adams pada penghujung laga.

Gol tersebut membuat beberapa menit terakhir berlangsung menegangkan, tetapi Milan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Baca Juga:Vieri Akui Serie A Sudah Hilang Masa Jayanya: Semua Orang Ingin Pindah ke Liga InggrisFans Atletico Kesal Julian Alvarez Ngotot Pindah ke Barcelona 

Di balik kritik terhadap susunan pemain, Sabatini tetap mengakui kemenangan tersebut sebagai modal penting bagi Milan.

Performa Samuel Chukwueze juga menjadi salah satu catatan positif.

Pemain asal Nigeria itu tampil lebih meyakinkan dalam peran sebagai tornante atau pemain sayap kanan. Kecepatannya beberapa kali merepotkan pertahanan Torino dan ia memberikan assist untuk gol Rabiot.

Chukwueze bahkan mendapatkan nilai 7,5 dalam penilaian pertandingan, menjadikannya salah satu pemain terbaik Milan.

Sementara itu, Cissé menjadi cerita tersendiri. Mendapat kesempatan tampil sebagai starter dalam pertandingan pembuka Serie A, pemain muda tersebut langsung mencetak gol debutnya.

Keberanian Amorim memberikan kesempatan kepada Cissé patut diapresiasi.

Meskipun keputusan menempatkan sejumlah pemain senior di bangku cadangan mendapatkan kritik, strategi tersebut setidaknya membuka ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas.

0 Komentar