TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari di Kelurahan Sukamanah melalui pengembangan camilan sehat berbasis sayur.
Program tersebut dilaksanakan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Kegiatan mengusung tema “Inovasi Camilan Bergizi Fortifikasi Sayur Untuk Meningkatkan Pendapatan KWT Mentari di Kelurahan Sukamanah.”
Tim PkM diketuai Nisatami Husnul SGz MGz, dengan anggota Astri Agustini SPd MPd dan Dr Prima Endang Susilowati MSi. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yakni Aldiva Januari Parera, Amelia Mustika, Waldi Gunawa, dan Desti Natalia.
Baca Juga:Kronologi Lengkap Perkelahian yang Menyebabkan Tukang Debus di Tasikmalaya Meninggal, Begini Versi PolisiBantah Pembunuhan, Kuasa Hukum Pelaku Sebut Kasus di Karangjaya Penganiayaan yang Sebabkan Korban Meninggal
Kegiatan yang didanai Dirjen Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti tersebut diikuti 20 anggota KWT Mentari. Program berlangsung selama tiga bulan, Juni hingga Agustus 2026, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah camilan sehat berbahan sayur sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi keunggulan KWT Mentari serta kebutuhan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya.
Ketua Tim PkM, Nisatami Husnul, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Unsil dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Teknologi formulasi camilan berbahan sayur dan teknik pemasaran diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pengabdian ini ke Kelompok Wanita Tani, wujud kolaborasi yang menjadi langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil, produktif, dan siap menghadapi tantangan. Sehingga memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan,” ujarnya kepada radar, Minggu (23/8/2026).
Sebelum materi diberikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai konsumsi sayur dan higiene penjamah makanan.
Peserta kemudian mendapatkan materi tentang pentingnya konsumsi sayur, termasuk kandungan zat gizi yang terdapat di dalamnya. Sayuran juga diperkenalkan sebagai bahan baku camilan sehat yang memiliki nilai ekonomi.
“Camilan sehat berbasis sayur adalah pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap bugar, melancarkan pencernaan, dan mencukupi kebutuhan serat harian. Selain itu dapat meningkakan pendapatan para KWT,” ujarnya.
