Unsil Dampingi KWT Mentari Kembangkan Camilan Sehat Berbasis Sayur untuk Tambah Pendapatan

camilan sehat berbasis sayur
Tim pengabdian dosen unsil berfoto bersama KWT Mentari disela kegiatan pendampingan beberapa waktu lalu. (Dok. Tim Pengabdian Dosen Unsil)
0 Komentar

Materi higiene penjamah makanan disampaikan Dr Prima Endang S. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga higiene untuk mencegah kontaminasi silang, mengurangi risiko keracunan, dan menjamin keamanan pangan.

Peserta juga mendapatkan arahan mengenai modifikasi formulasi camilan sehat berbahan sayur. Formulasi dilakukan dengan memadukan sayuran segar dengan bahan pengikat atau penunjang gizi, seperti tepung, protein nabati atau hewani, serta bumbu alami. Pengolahan dilakukan dengan berbagai metode dengan tetap memperhatikan kandungan nutrisi.

Sementara itu, Astri Agustini menjelaskan peluang pengembangan usaha camilan sehat sebagai produk KWT Mentari. Pendampingan mencakup pengenalan produk, pembuatan konten media sosial, pengelolaan toko di marketplace, hingga strategi penetapan harga.

Baca Juga:Kronologi Lengkap Perkelahian yang Menyebabkan Tukang Debus di Tasikmalaya Meninggal, Begini Versi PolisiBantah Pembunuhan, Kuasa Hukum Pelaku Sebut Kasus di Karangjaya Penganiayaan yang Sebabkan Korban Meninggal

“Kegiatannya mencakup pelatihan membuat konten media sosial, pengaturan toko di marketplace, hingga strategi penetapan harga agar penjualan produk meningkat,” katanya.

Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pembuatan camilan sehat berbahan sayur yang dipandu dosen dan mahasiswa Program Studi Gizi Unsil. Peserta mempraktikkan langsung pembuatan camilan dengan formulasi yang sebelumnya telah diuji coba di Laboratorium Gizi Unsil.

Para anggota KWT terlihat aktif berdiskusi dan mengikuti setiap tahapan pembuatan camilan yang diperagakan narasumber. Melalui praktik langsung tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan produk KWT Mentari.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan camilan berbahan sayur. (Fatkhur Rizqi)

0 Komentar