UMKM Priangan Timur Unjuk Produk Unggulan di Karya Kreatif Indonesia 2026

Karya Kreatif Indonesia 2026
Kepala KPw BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri (kedua dari kanan) difoto bersama Kepala KPw BI Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan (kiri) dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kedua dari kiri) di acara KKI 2026.
0 Komentar

JAKARTA, RADARTASIK.ID – Produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Priangan Timur mendapat ruang di panggung nasional melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Jakarta.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya membawa 16 UMKM binaan untuk mengikuti pameran KKI 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), 20-23 Agustus 2026.

Ke-16 UMKM tersebut merepresentasikan beragam produk unggulan Priangan Timur, mulai dari bordir, batik, tenun dan mendong, fesyen, kriya, kopi hingga makanan olahan. Mereka terdiri atas Dawalul Bordir, Mia Bordir, Tara Bags, Bina Bordir, Dimas Batik, PT Mendong Java Woven, Amily Hijab, Fadsan, Tenjo Bumi Kopi, Mustofa Bu Emi, Tenun Sabilulungan III, CV Eska Bersaudara, Studio Dapur, Sentra Rengginang Purwaharja, Kopi Gunung Raja Cigalontang, dan Ecoprint Batik Dahon.

Baca Juga:Jangan Asal Gas! Ini 5 Trik Aman Hadapi Tanjakan Terjal Saat Touring50 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Tasikmalaya Dilatih Bikin Mie, Ada Misi Besar di Baliknya

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur dan akses pasar UMKM binaan KPwBI Tasikmalaya melalui ajang berskala nasional.

Daya saing UMKM Priangan Timur juga tercermin dari sejumlah capaian pelaku usaha binaan KPwBI Tasikmalaya. Salah satunya Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, yang berhasil menembus pasar Jepang.

Kopi yang tumbuh di kaki Gunung Cakrabuana tersebut mengalami peningkatan nilai ekonomi setelah pelaku usaha menjaga kualitas mulai dari pemilihan benih, perawatan tanaman hingga proses pascaproduksi. Harga kopi yang sebelumnya berada di bawah Rp 2.000 per kilogram meningkat menjadi di atas Rp 10.000 per kilogram setelah memenuhi standar kualitas ekspor.

Di sektor wastra, Tenun Sabilulungan III juga mencatatkan capaian dengan lolos 20 besar Citra Nusa – Championship Wastra Nusantara 2026 melalui Tenun Sutra Sulam motif Gelombang Bulu.

Capaian tersebut menunjukkan potensi UMKM Priangan Timur untuk terus naik kelas melalui penguatan kualitas produk, inovasi, pelestarian kekayaan budaya, serta perluasan akses pasar nasional maupun global.

Sementara itu, KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 yang digelar Bank Indonesia dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.

Tahun ini, KKI mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama. Gelaran tersebut juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

0 Komentar