Pasar Raya Mobil Bekas Dorong Aktivitas Ekonomi di Mayasari Plaza

Pasar Raya Mobil Bekas
Deretan mobil yang dipamerkan dalam acara Pasar Raya Mobil Bekas di halaman parkir Mayasari Plaza, Sabtu (22/8/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mayasari Plaza bekerja sama dengan Paguyuban Mobil Bekas Tasikmalaya menggelar Pasar Raya Mobil Bekas yang dilaksanakan setiap Sabtu di halaman parkir pusat perbelanjaan tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi showroom mobil bekas untuk menawarkan kendaraan kepada calon pembeli. Bagi Mayasari Plaza, kehadiran pameran juga menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha di dalam pusat perbelanjaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem usaha di Mayasari Plaza.

Baca Juga:BUMI Perluas Gurita Bisnis Tambang, Akuisisi Loyal Metals Rp 977 Miliar DisetujuiTPIA Ekspansi ke Bisnis Otomotif, Akuisisi Dealer Mobil Cycle & Carriage di Singapura-Malaysia

“Kami melihat ada potensi ekonomi yang cukup besar dari kegiatan ini. Bukan hanya transaksi kendaraan yang terjadi, tetapi juga ada aktivitas masyarakat yang datang, makan, berbelanja, dan menggunakan berbagai fasilitas di Mayasari Plaza. Jadi, efeknya kami harapkan tidak berhenti pada jual beli mobil, tetapi ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di dalam plaza,” ujar tim Marketing Mayasari Plaza, Akmal.

Dampak ekonomi tersebut juga dirasakan tenant foodcourt Mayasari Plaza. Setiap peserta pameran mendapatkan makan siang yang disediakan dari area foodcourt, sehingga aktivitas pameran turut menggerakkan transaksi di dalam plaza.

Ketua Paguyuban Mobil Bekas Tasikmalaya, Asep Rahmat Hidayat, mengatakan pola tersebut menjadi bentuk saling mendukung antara peserta pameran dan Mayasari Plaza.

“Dikasih makan siang. Dan kita membeli makan siangnya pun bukan di luar Mayasari, di dalam Mayasari Plaza. Jadi, kita menciptakan apa namanya? Saling support, simbiosis mutualisme. Food court di atas terbantu, kita juga enggak perlu jauh belanja keluar. Semua kenyang, semua bahagia,” ujar Asep.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya paguyuban untuk menghidupkan kembali pasar mobil bekas yang dinilai cenderung stagnan sepanjang 2026. Asep mengatakan penjualan kendaraan bekas memang tidak bisa disebut mengalami penurunan, tetapi kondisinya relatif stagnan.

“Disebut turun enggak, cuman kurang seksi lah, kurang ramai. Makanya kita berkolaborasi dengan pihak Mayasari, satu untuk mendongkrak kembali penjualan mobil bekas biar lebih seksi,” katanya.

Pasar Raya Mobil Bekas pada Sabtu (22/8/2026) menjadi gelaran ketiga sejak kegiatan tersebut dimulai pada Agustus. Pameran berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 dengan menampilkan 55 unit kendaraan dari berbagai showroom mobil bekas.

0 Komentar