TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah tingkat Jawa Barat. Di samping jadi ruang kompetisi, partisipasi 5.400 peserta yang datang dari berbagai daerah akan menjadi potensi penggerak perekonomian masyarakat.
Porseni Madrasah Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 22 Agustus 2026 di Kota Tasikmalaya. Ajang tersebut akan mempertemukan para peserta dari berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Kota Tasikmalaya yang akan berlaga dalam Porseni Madrasah tingkat Jawa Barat 2026.
Baca Juga:Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan TotalE-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu Arahan
Ketua PW PGM Jawa Barat, Asep Rizal, mengatakan Porseni Madrasah Jawa Barat tahun ini diperkirakan diikuti sekitar 5.400 peserta dari berbagai daerah. Menurut Asep, jumlah peserta yang cukup besar tersebut tidak hanya menjadi momentum bagi siswa untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan, tetapi juga memberikan peluang bagi pergerakan ekonomi masyarakat.
“Pada 22 Agustus 2026 akan dilaksanakan Porseni Jawa Barat dari semua jenjang MI, MTs, dan MA. Kegiatannya akan dilaksanakan di Kota Tasikmalaya dengan jumlah peserta sekitar 5.400 orang,” katanya saat pelepasan kontingen Kota Tasikmalaya di halaman kantor Kemenag, Rabu (19/8/2026).
Ia berharap dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat menambah motivasi para peserta yang tergabung dalam kontingen Kota Tasikmalaya. Dukungan tersebut juga diharapkan memberikan semangat kepada para guru madrasah yang selama ini mendampingi dan membina para siswa.
Sementara itu, Diky Chandra menegaskan kehadirannya dalam pelepasan kontingen merupakan bentuk dukungan langsung Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap dunia pendidikan, khususnya madrasah, serta pengembangan prestasi generasi muda.
Diky mengungkapkan, dirinya sebenarnya memiliki agenda lain di Bandung pada hari yang sama. Namun, karena Porseni merupakan salah satu kegiatan penting yang digelar di Kota Tasikmalaya, ia memilih untuk hadir secara langsung.
“Porseni ini sudah mengundang dari beberapa minggu ke belakang. Sebenarnya saya ada agenda di Bandung, tetapi saya minta izin tidak hadir karena di Kota Tasikmalaya sendiri banyak kegiatan, salah satunya Porseni,” ujar Diky.
Diky menyebut kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini membuat dukungan dalam bentuk anggaran harus diberikan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Kendati demikian, ia memastikan Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap memberikan dukungan moral kepada para peserta.
