“Dengan kondisi fiskal yang seperti ini, Kemenag pun sama. Minimal saya mewakili Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan support, walaupun secara anggaran kami normatif,” katanya.
Diky kemudian berpesan kepada seluruh anggota Kontingen Porseni Kota Tasikmalaya agar tampil maksimal dan menjaga nama baik daerah selama mengikuti pertandingan. Ia meminta para siswa tidak hanya menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama, tetapi juga memanfaatkan Porseni sebagai pengalaman untuk membangun karakter, kedisiplinan, keberanian, serta sportivitas.
“Anak-anak tetap berjuang, bergerak untuk mengharumkan nama Kota Tasikmalaya melalui prestasinya dan menjuarai. Tapi apabila kalah, jangan berkecil hati dan menyerah. Karena sudah berusaha bertanding untuk Kota Tasikmalaya, itu pun sudah menjadi sebuah kebanggaan,” tutur Diky.
Baca Juga:Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan TotalE-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu Arahan
Porseni Madrasah Jawa Barat 2026 di Kota Tasikmalaya diharapkan tidak sekadar menjadi ajang untuk memperebutkan prestasi di bidang olahraga dan seni.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para siswa madrasah untuk mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, membangun sportifitas, serta memperluas persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah. (Ujang Nandar)
