Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan Total

e-retribusi parkir kota tasikmalaya
Plt Kabid Aptika Diskominfo Arif R Budiman memberikan penjelasan penggunaan alat e-retribusi parkir kepada para jukir di Jalan HZ Mustofa, Rabu (19/8/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID –Belum siapnya digitalisasi secara total membuat Pemkot Tasikmalaya menerapkan e-retribusi parkir secara fleksibel lewat uji coba. Proses ini akan menunjukkan seberapa siap digitalisasi pengelolaan parkir ini diterapkan.

DI masa uji coba, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya menentukan 5 titik lahan parkir di Jalan HZ Mustofa untuk penerapannya.

Sebelumnya Dishub Kota Tasikmalaya sudah pernah melakukan uji coba penerapan digitalisasi parkir di kawasan tersebut, namun gagal. Di percobaan kali ini, bedanya juru parkir tetap bisa menerima pembayaran parkir secara tunai.

Baca Juga:E-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu ArahanJangan Asal Evaluasi! Dewan Minta Wali Kota Tasikmalaya Pahami Masalah Parkir di Lapangan

Meskipun lebih akomodatif, namun konsep ini menuntut petugas Dishub lebih cermat dalam melakukan pengawasan. Supaya transaksi secara tunai bisa tercatat sebagai pendapatan retribusi.

Kepala UPTD Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman mengatakan pihaknya sudah membekali jukir dengan lima pasang alat untuk lima titik parkir. “Sementara ini diuji coba dulu untuk pakai tunai non tunai dengan alat. Mudah-mudahan dengan pakai alat ini bisa mengoptimalisasikan retribusi parkir,” ujar Uen, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, lima pasang alat tersebut menjadi tahap awal sebelum penerapannya diperluas. Para jukir juga telah sudah diberikan pemahaman mengenai penggunaan perangkat yang diberikan.

“Selama jukir belum lancar kita terus dampingi dari UPTD Parkir sama Kominfo tiap hari,” jelasnya.

Proses digitalisasi ini tidak hanya meliputi pembayaran dari pengendara, namun juga proses penyetoran dari jukir ke Dishub. Ditambah dengan terpasangnya CCTV untuk memudahkan pengawasan aktivitas para juru parkir.

Plt Kabid Aptika Diskominfo Kota Tasikmalaya, Arif R. Budiman menjelaskan, sistem yang diperkenalkan kepada para jukir merupakan aplikasi Sinatria (Sistem Informasi Retribusi dan Analisa Parkir) yang dikembangkan Diskominfo.

Dalam sosialisasi tersebut, jukir diberikan pemahaman mengenai fungsi aplikasi, cara menggunakan perangkat hingga cara mengetahui transaksi yang telah dilakukan.

Baca Juga:Truk LPG Kecelakaan di Pangandaran! Gas Melon Bertebaran di Jalan, Sopir Meninggal DuniaMantan Wali Kota Tasikmalaya Angkat Bicara Soal Potensi PAD! Pendapatan Parkir Dadaha Bisa 500 Juta

“Kita jelaskan ke rekan-rekan jukir bahwa nanti untuk sistem parkir di HZ ini sebagai pilot project akan menggunakan sistem yang dikembangkan oleh Kominfo,” tutur Arif.

Menurutnya, sistem tersebut sengaja dirancang agar tidak mempersulit jukir maupun masyarakat. Karena itu, metode pembayaran tidak hanya mengandalkan transaksi digital.

0 Komentar