Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan Total

e-retribusi parkir kota tasikmalaya
Plt Kabid Aptika Diskominfo Arif R Budiman memberikan penjelasan penggunaan alat e-retribusi parkir kepada para jukir di Jalan HZ Mustofa, Rabu (19/8/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

“Kita menyediakan sistem tunai dan non tunai. Jadi tidak akan membatasi sistem pembayaran. Masyarakat bisa menggunakan pembayaran secara tunai maupun non tunai,” katanya.

Arif menilai pilihan pembayaran tunai tetap perlu dipertahankan karena merupakan pola yang selama ini sudah akrab digunakan jukir.

“Kenapa kita mengakomodir yang memang sudah biasa dilaksanakan oleh jukir. Dengan adanya sistem ini jangan malah mempersulit. Makanya kita tetap mengakomodir untuk yang secara tunai,” tambahnya.

Baca Juga:E-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu ArahanJangan Asal Evaluasi! Dewan Minta Wali Kota Tasikmalaya Pahami Masalah Parkir di Lapangan

Diskominfo juga menyiapkan pendampingan intensif. Tim akan turun setiap hari dengan target pendampingan minimal selama dua pekan.

“Target kita dua minggu. Kita lihat setelah dua minggu seperti apa. Kalau memang progresnya baik, maka secara bertahap pendampingan akan mulai dikurangi,” kata Arif.

Salah seorang jukir di HZ Mustofa, Andriansyah (39), mengaku siap mengikuti sistem baru tersebut. Menurut dia, aplikasi dan perangkat yang diperkenalkan relatif mudah dipahami karena alur kerjanya tidak terlalu jauh dari aktivitas parkir selama ini.

“Mungkin bisa jadi mudah, memudahkan kita juga, memudahkan konsumen, terus dengan sistem adanya seperti ada karcis. Jadi si konsumen pun jadi aman. Kita ketahuan siapa yang keluar dan siapa yang bawa motor itu kita tahu,” ujar Andriansyah.

Ia juga menyambut baik keputusan pemerintah yang tidak memaksakan pembayaran digital secara penuh.Sebab, masyarakat yang hendak membayar parkir dengan uang tunai masih tetap dilayani.

Sementara masyarakat yang terbiasa menggunakan QRIS maupun dompet digital juga dapat memilih pembayaran non tunai.

“Kalau misalkan konsumennya mau tunai ada, kalau non tunai ada. Jadi kalau biasanya konsumen suka bilang, ‘Pak, ada QRIS enggak? Ada Dana enggak?’ Nah, sekarang kita sudah siap. Ada semua. Lebih mudah,” katanya. (Rezza Rizaldi)

0 Komentar