E-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu Arahan

digitalisasi parkir kota tasikmalaya, pembayaran nontunai qris
Papan informasi penerapan pembayaran parkir nontunai tersimpan menghadap toko di trotoar Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Meskipun sudah diresmikan oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan pada Sabtu (15/8/2026), penerapan E-Retribusi Parkir belum ada kesiapan di lapangan. Para juru parkir (jukir) masih menunggu sosialisasi dan pelatihan dari Dinas Perhubungan, Selasa (18/8/2026).

Rencananya, digitalisasi pembayaran parkir itu diterapkan secara parsial yakni di ruas Jalan HZ Mustofa, tepatnya area di dari Pospol Pataruman hingga Toko Ananda. Namun di lapangan, para juru parkir (jukir) masih belum diberikan informasi dan pelatihan mengenai penerapannya.

Kepala UPTD Pengelola Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya Uen Haeruman membenarkan penerapan parkir digital belum berjalan pada Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:Jangan Asal Evaluasi! Dewan Minta Wali Kota Tasikmalaya Pahami Masalah Parkir di LapanganTruk LPG Kecelakaan di Pangandaran! Gas Melon Bertebaran di Jalan, Sopir Meninggal Dunia

“Teu acan kang, enjing bade di latih heula sareng dipasihan pengarahan heula sareng Diskominfo jukir na (hari ini belum diterapkan, besok baru mau dilatih dulu dan diberi pengarahan bersama Diskominfo jukirnya),” ujar Uen kepada Radar.

Sosialisasi kepada para jukir dijadwalkan berlangsung Rabu (19/8/2026). Mereka akan mendapatkan edukasi mengenai mekanisme pembayaran digital menggunakan QRIS dari Diskominfo Kota Tasikmalaya selaku pihak yang membuat aplikasi. Setelah itu, Kamis (20/8/2026), sistem tersebut direncanakan mulai diterapkan di lapangan.

Jukir akan tetap didampingi petugas Diskominfo dan Dishub untuk mengantisipasi kendala teknis maupun persoalan saat melayani masyarakat. Salah seorang jukir di sekitar Pospol Pataruman yang enggan disebutkan namanya mengaku siap mengikuti penerapan e-Retribusi Parkir.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat penggunaan sistem pembayaran digital dalam penarikan retribusi parkir sulit dihindari.

“Memang kalau digital saja kan sayang, jadi kosong kendaraan yang mau parkir di lapak ini. Waktu itu pernah khusus elektronik saja jadi sepi kang. Seminggu hanya dua kendaraan yang mau parkir bayar pakai QRIS,” tuturnya.

Ia berharap penerapan kali ini tidak sekadar memindahkan alat pembayaran dari uang tunai ke layar ponsel. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan ruang fleksibilitas agar masyarakat yang belum terbiasa menggunakan pembayaran digital tetap dapat membayar secara tunai.

“Kalau sekarang mau diterapkan lagi, kalau bisa fleksibel. Misal kami tetap mengutamakan penarikan retribusi parkir dengan elektronik. Tapi ketika konsumen tak mau bayar pakai elektronik, ya tunai juga bisa,” harapnya.

0 Komentar