Mantan Wali Kota Tasikmalaya Angkat Bicara Soal Potensi PAD! Pendapatan Parkir Dadaha Bisa 500 Juta

Pendapatan parkir dadaha tasikmalaya
Suasana parkiran kendaraan roda dua di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, Minggu (9/8/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mantan Wali Kota Tasikmalaya U M Yusuf bersuara soal besarnya potensi pendapatan yang dimiliki pemkot. Salah satunya dari pengelolaan parkir di kawasan Dadaha dengan tingkat kunjungan yang tinggi, terlebih di akhir pekan.

H M Yusuf mengungkapkan persoalan tersebut pernah diperbincangkan dirinya, kepada Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Ia menyebut kawasan Dadaha memiliki potensi retribusi parkir yang bisa memberikan pemasukan signifikan bagi daerah.

Menurut Yusuf, potensi pendapatan dari pengelolaan parkir di kawasan Dadaha bisa mencapai sekitar Rp500 juta.

Baca Juga:Revitalisasi Sekolah: Swakelola Jangan Jadi Sandiwara!Peta Kuasa Menjelang Pertarungan Kadin!

“Saya ngasih masukan, potensi pendapatan kita khususnya PAD. Di dalamnya ada pajak, ada retribusi. Retribusinya saya bilang parkir. Optimalkan itu, segera ada lelang Dadaha untuk parkir,” ujar Yusuf, Jumat (14/8/2026).

Ia mendorong agar pengelolaan parkir di Dadaha dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui mekanisme yang jelas. Dengan begitu, pengelolaan parkir tidak sekadar menjadi aktivitas pungut-memungut di lapangan, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kas daerah.

Yusuf bahkan menyarankan agar kawasan parkir Dadaha dilengkapi sistem portal seperti pintu masuk dan keluar berbayar.

“Dengan sistem kerja sama. Tinggal pasang portal, pintu, pintu tol. Terus masyarakat yang ada di sana kasih saja kartu. Jadi mereka gratis, penduduk sana. Jangan ditarik,” katanya.

Menurut dia, warga sekitar dapat diberikan kartu khusus sehingga tidak dibebani tarif parkir. Sementara pengunjung dari luar kawasan dapat dikenakan tarif sesuai ketentuan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu opsi untuk menggenjot PAD. Sebab, jika potensi ratusan juta rupiah tersebut dibiarkan tanpa tata kelola yang optimal, peluang pemasukan daerah hanya akan berputar di tempat.

Yusuf menilai pengelolaan parkir dan retribusi harus ditata secara profesional. Potensi yang ada di kawasan Dadaha dinilainya terlalu besar jika hanya dikelola secara konvensional tanpa sistem yang transparan.

Baca Juga:Tunggakan Setoran Retribusi Parkir di Kota Tasikmalaya Harus Segera Dievaluasi, Biar Tidak Semakin RugiDari Raja PLT ke Raja Anggaran!

Ia menyebut Dadaha dan kawasan Cikurubuk sebagai dua titik yang sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah apabila dikelola dengan baik.

“Dua titik yang Cikurubuk dan Dadaha itu sangat potensial kalau memang diurus dengan baik,” tegasnya.

0 Komentar