DPRD Kota Tasikmalaya Panggil Tim ‎Penataan Dadaha, Pelaksanaan Dinilai Tidak Konsisten

Dprd kota tasikMalaya, tim penataan dadaha
Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya menggelar rapat kerja bersama tim penataan Kompleks Dadaha, Kamis (24/9/2026). (Firgiawan/Radar Tasikmalaya) 
0 Komentar

‎TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penataan kawasan Kompleks Dadaha kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya menilai progres penataan kawasan tersebut masih berjalan lambat dan belum terlihat secara utuh.

‎Hal itu disampaikan dalam rapat kerja Komisi III bersama tim penataan Dadaha di ruang rapat komisi, Kamis (24/9/2026).

‎Wakil rakyat menilai, konsep penataan Dadaha hingga kini belum tersosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Dampaknya, perubahan yang dilakukan di lapangan belum sepenuhnya dipahami warga. Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Anang Sapaat mengatakan, pihaknya mendalami berbagai rencana yang tengah ditempuh tim penataan, termasuk rekayasa kawasan Dadaha.

Baca Juga:Tim Penataan Dadaha Tasikmalaya Berjalan Tanpa PimpinanAmir Mahpud: Gunting Pita Bukan Garis Finish!

‎Menurutnya, secara konsep penataan sudah mengacu pada masterplan yang telah disusun. Namun, pelaksanaannya masih terbatas karena belum ditunjang anggaran khusus.

“Masterplan sudah jalan, meski yang dijalankan belum ditunjang anggaran. Prosesnya ditempuh perlahan,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, penataan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan kawasan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar Dadaha.

‎Salah satunya melalui rekayasa arus kendaraan. Sejumlah ruas yang sebelumnya tidak digunakan sebagai jalur kendaraan diarahkan untuk memperluas ruang aktivitas masyarakat dan menyebarkan keramaian.

“Tujuannya bagaimana ke depan bisa menunjang ekonomi, kenyamanan, dan rekayasa jalan. Dengan begitu keramaian tidak hanya terpusat di satu titik dan ekonomi masyarakat sekitar bisa ikut terangkat,” katanya.

‎Anang mengakui, saat ini masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Salah satunya minim sosialisasi sehingga masyarakat belum memahami arah penataan secara menyeluruh. Ia menyebut, saat ini perubahan yang paling terlihat baru pada kawasan jogging track yang telah disterilisasi dari aktivitas lain.

‎Sementara itu, sejumlah rencana lain seperti penataan parkir, PKL, pedestrian hingga kawasan GGM masih dalam proses.

Baca Juga:Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih KeringDorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat Kolaborasi

“Progresnya memang masih lambat, sehingga masyarakat belum tahu. Karena penataannya belum utuh dan belum kelihatan,” tuturnya.

‎Anang menyebut, ke depan kawasan GGM juga direncanakan mendapat penataan. Area tersebut nantinya diarahkan untuk mengakomodasi aktivitas pedagang dan parkir dengan pembagian ruang yang lebih teratur.

0 Komentar