“Sekarang fokusnya jogging track karena tidak ditunjang anggaran. Tim hanya mengandalkan tupoksi masing-masing. Tapi sudah mulai terlihat ada kenyamanan di beberapa spot,” katanya.
Komisi III juga meminta kejelasan terkait tim yang menangani penataan Dadaha. Sebab, menurut Anang, Surat Keputusan (SK) tim tersebut belum kembali diterbitkan.
“SK-nya belum turun lagi. Sementara ini dikomando UPTD Dadaha dan Bidang Pora. Kami akan minta kejelasan kepada tim,” ujarnya.
Baca Juga:Tim Penataan Dadaha Tasikmalaya Berjalan Tanpa PimpinanAmir Mahpud: Gunting Pita Bukan Garis Finish!
Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi Sakan menambahkan, persoalan penataan Dadaha bukan hal baru. Sebelumnya, Pemkot Tasikmalaya juga pernah melakukan penataan dan relokasi pedagang di kawasan tersebut.
Namun, menurut dia, persoalan utama selama ini terletak pada konsistensi pengawasan dan pelaksanaan. “Sudah jalan, kurang diawasi, lalu pedagang kembali lagi menjamur. Kalau shelter mau dioptimalkan silakan, karena memang sudah diwacanakan untuk pedagang kuliner. Tapi kami minta konsisten,” katanya.
Politisi PKB itu juga menyoroti perubahan skema lalu lintas di kawasan Dadaha. Menurutnya, rekayasa lalu lintas perlu dievaluasi kembali apabila penataan kawasan belum berjalan secara menyeluruh.
Sebab, perubahan arus kendaraan yang dilakukan saat penataan masih parsial berpotensi menyulitkan warga maupun pengguna jalan yang beraktivitas di sekitar kompleks Dadaha.
“Bukan berarti karena PKL, pengguna jalan dikorbankan. Semua harus jalan. Sekarang jalan utama ditutup dan arus diputar. Tinggal konsistensi Pemkot, Dishub dan Satpol PP,” tegasnya.
Ia meminta setiap ruang yang sudah ditata tetap dijaga agar tidak kembali dipenuhi aktivitas pedagang. “Kalau tidak dijaga, PKL kembali berjualan di spot yang sudah ditata. Sekarang jalan ditutup, apa faedahnya kalau penataan tidak konsisten? Tolong penataan dilaksanakan sesuai progres,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Kompleks Dadaha Dadang Ismail mengatakan, pihaknya saat ini mulai mengarahkan penataan ke wilayah Babakan Serang, tepatnya di depan Stadion Wiradadaha, kemudian berlanjut ke sejumlah areal GOR.
Baca Juga:Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih KeringDorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat Kolaborasi
“Kita menunggu segala sesuatunya. Sambil menggarap progres lainnya, seperti penyiapan penempatan shelter PKL,” katanya.(Firgiawan)
