TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Misteri kematian seorang pria bertato yang ditemukan tergeletak di emperan toko di Jalan Pelita, Kampung Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis pagi (24/9/2026), mulai menemukan titik terang.
Polres Tasikmalaya Kota telah mengamankan tiga orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, polisi belum menetapkan tersangka maupun membeberkan secara detail peran masing-masing orang yang diamankan.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto mengatakan, ketiga orang tersebut saling mengenal dengan korban. Mereka disebut masih berada dalam lingkaran pertemanan anak punk.
Baca Juga:Pembangunan Kota Tasikmalaya 2025 Capai 907 Paket, Viman Ingatkan Manfaat dan PemeliharaanTiga Terduga Rekan Jenazah Pria Bertato Ciawi Dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota
“Belum dirilis, masih dalam penyelidikan. Diamankan tiga orang, korban satu orang, dan mereka berteman anak punk,” kata Andik kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Polisi masih mendalami keterkaitan ketiga orang tersebut dengan kematian korban. Andik meminta publik bersabar lantaran penyidik masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti.
“Masih lidik. Keterkaitannya kita juga masih cari dan belum rilis. Kalau sudah clear nanti kita rilis,” ujarnya.
Saat ditanya apakah ketiga orang yang diamankan saling mengenal dengan korban, Andik membenarkannya.
“Iya, saling kenal, dan dipukul pakai gitar,” katanya.
Meski demikian, Kapolres belum membeberkan lebih jauh mengenai dugaan pemukulan tersebut.
Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa agar penanganan kasus tidak melebar berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami masih mendalami, takutnya malah makin jauh,” jelasnya.
Sebelumnya, identitas korban yang sempat berstatus Mr. X mulai terungkap setelah sejumlah ciri fisik dikenali. Salah satunya tato bertuliskan AMEEL dan DESSI pada tubuh korban.
Baca Juga:3 Rekan Pria Bertato yang Jenazahnya Tergeletak di Emperan Toko Ciawi Tasikmalaya DiamankanJenazah Pria Bertato Tergeletak di Emperan Toko Ciawi Tasikmalaya, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan
Korban diketahui bernama Sendi alias Faisal. Pria tersebut merupakan pengamen asal Purwakarta dan diketahui memiliki tiga orang anak.
Sebelum ditemukan meninggal dunia di Ciawi, korban kabarnya sempat mampir dan menginap di rumah kerabatnya di kawasan Parakan Honje (Parhon), Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Saat ini, tiga orang yang diamankan telah berada di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Ciawi AKP Endang Wijaya mengatakan, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tergeletak di area depan sebuah toko.
