Ia menyebut kelompok yang datang tidak selalu sama. Ada kalanya beberapa orang berkumpul di sekitar toko dan tidur di lokasi.
“Kadang beda-beda, kadang sama,” jelasnya.
Farid juga mengaku beberapa kali merasa terganggu dengan aktivitas anak punk di sekitar tokonya. Mulai dari penggunaan air hingga mengutak-atik lampu toko.
“Air itu kadang kalau lupa dinyalain, lupa dimatiin, suka dipakai air keran,” katanya.
Baca Juga:Pembangunan Kota Tasikmalaya 2025 Capai 907 Paket, Viman Ingatkan Manfaat dan PemeliharaanTiga Terduga Rekan Jenazah Pria Bertato Ciawi Dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota
Ia berharap keberadaan anak punk yang kerap tidur dan berkeliaran di kawasan tersebut dapat ditangani sehingga tidak kembali menimbulkan keresahan warga.
Di sisi lain, terkait dugaan pelaku yang diamankan, Farid mengaku mendapat informasi bahwa mereka masih berasal dari lingkungan pertemanan yang sama dengan korban.
Polisi sendiri belum merilis secara resmi konstruksi perkara maupun status hukum ketiga orang yang diamankan. Dengan kata lain, teka-teki di emperan toko itu belum sepenuhnya terbuka—dan polisi masih mengunci rapat detail yang dinilai bisa mengganggu proses penyelidikan. (rezza rizaldi)
