Jenazah Pria Bertato Tergeletak di Emperan Toko Ciawi Tasikmalaya, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan

pria bertato meninggal di Ciawi
Lokasi kejadian penemuan jenazah pria bertato di Jalan Pelita, Kampung Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dipasang garis polisi, Kamis pagi (24/9/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suasana pagi di Jalan Pelita, Kampung Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah mencekam, Kamis pagi (24/9/2026).

Seorang pria bertato ditemukan tergeletak tak bernyawa di emperan toko. Polisi menduga pria yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu menjadi korban penganiayaan.

Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya mengatakan, pihaknya menerima laporan warga mengenai seseorang yang tergeletak di lokasi tersebut.

Baca Juga:HIPMI Kota Tasikmalaya Mulai Matangkan Muscab, Siapa yang Akan Maju Gantikan Arif? Retribusi Kota Tasikmalaya Masih di Bawah 30 Persen, Viman: Sistem Sedang Ditata

Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati korban sudah meninggal dunia.

“Setelah diperiksa, meninggal dunia dan juga terdapat luka-luka. Akhirnya dari sana kami menduga bahwa ini adalah akibat dari penganiayaan,” kata Endang kepada Radar di lokasi kejadian.

Dugaan penganiayaan itu kini masih dalam penyelidikan. Polisi juga belum memastikan siapa pelaku maupun motif di balik kematian korban.

“Kelompok penganiayaan masih kita dalami,” terangnya.

Endang menyebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan kepala. Identitas korban juga belum diketahui lantaran saat ditemukan tidak membawa identitas.

“Belum tahu karena identitasnya tidak ada,” katanya.

Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, warga sekitar mengaku lokasi penemuan memang kerap digunakan sejumlah orang untuk beristirahat.

Salah seorang saksi, Farid (40), mengatakan, tempat tersebut biasa menjadi lokasi berkumpul dan tidur sejumlah anak punk.

Baca Juga:Jalan Baru Flyover Sukanagara Kota Tasikmalaya Dikeluhkan Kumuh, Gotong Royong Jadi Solusi CepatHari Jadi Kota Tasikmalaya: Saat Sekda Bicara Hemat Wali Kota Bicara Manfaat, Kas Daerah Harus Selamat

“Sudah biasa di sini, sudah tidur di sini. Bukan satu orang, ada enam orang, ada empat orang suka di sini,” tutur Farid.

Menurut Farid, dirinya mendapat informasi setelah seorang pekerja di sekitar lokasi terbangun dan melihat kondisi korban. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa.

Farid juga membenarkan korban memiliki tato yang cukup banyak di tubuhnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui identitas maupun asal korban.

“Kurang tahu,” tambahnya.

Kematian pria tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi polisi untuk mengurai apa yang sebenarnya terjadi di emperan toko itu.

0 Komentar