TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kontestasi menuju Musyawarah Kota (Mukota) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya mulai menghangat.
Belum juga formulir pendaftaran resmi dibuka, suhu politik organisasi sudah terasa naik beberapa derajat.
Beberapa nama mulai muncul. Ada yang datang terang-terangan. Ada yang masih menjadi bahan obrolan para pengusaha. Ada pula yang namanya disebut-sebut, tetapi orangnya belum tentu mau disebut calon.
Baca Juga:Tunggakan Setoran Retribusi Parkir di Kota Tasikmalaya Harus Segera Dievaluasi, Biar Tidak Semakin RugiDari Raja PLT ke Raja Anggaran!
Begitulah biasanya pemilihan ketua organisasi. Yang paling cepat muncul belum tentu paling kuat. Yang paling banyak bicara belum tentu paling banyak suara. Dan yang paling diam kadang justru paling sibuk menghitung.
Salah satu figur yang mulai membuka kartu adalah M. Fauzan Wahyu Noor, S.Pt. Dewan Pengurus Kadin Jawa Barat sekaligus pimpinan Arfan Group itu mendatangi Sekretariat Mukota V Kadin Kota Tasikmalaya di Gedung PPIK, Selasa (11/8/2026).
Tidak sendirian. Fauzan datang bersama tim pemenangan. Secara organisasi, kunjungan itu disebut sebagai silaturahmi dan penjajakan mekanisme Mukota. Tetapi dalam politik organisasi, kedatangan bersama tim pemenangan biasanya memiliki bahasa yang lebih sederhana: Saya serius.
Fauzan memastikan akan mengambil formulir bakal calon Ketua Kadin Kota Tasikmalaya pada Jumat (14/8/2026).“Saya datang untuk silaturahmi sekaligus menggali informasi terkait mekanisme Mukota V. Kami ingin memastikan semua proses berjalan sesuai AD/ART dan aturan organisasi,” ujar Fauzan.
Tetapi kontestasi ketua organisasi memang sering dimulai dari kalimat-kalimat administratif. Ambil formulir. Lengkapi berkas. Cari dukungan. Lalu mulai menghitung.
Mukota V kali ini menarik karena kursi yang diperebutkan bukan sekadar kursi ketua.Ketua Kadin adalah kursi yang berada di antara dunia usaha dan pemerintah.
Di satu sisi harus berbicara dengan pengusaha. Di sisi lain harus mampu bernegosiasi dengan pemerintah.
Baca Juga:Dari Kasus Penularan HIV/Aids, Dinkes Kota Tasikmalaya Sebut LSL Bukan Berarti LGBTVendor Nunggak Setoran Retribusi , Dewan Minta Kerja Sama Parkir Dishub Kota Tasikmalaya Dievaluasi
Di tengahnya ada UMKM, koperasi, perbankan, perguruan tinggi, investor, regulasi, perizinan, pasar dan—tentu saja—anggaran pemerintah.
Karena itu, ketua Kadin lima tahun ke depan tidak cukup hanya pandai berorganisasi. Ia harus pandai membaca ekonomi. Lebih penting lagi: harus pandai membaca perubahan.
