Diky Candra Apresiasi Dukungan Porseni dan Sertifikasi Madrasah di Kota Tasikmalaya

Porseni Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat Apel Kesiapan dan Pelepasan Kontingen Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kota Tasikmalaya di Halaman Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASI.ID – Dukungan terhadap guru dan pembinaan generasi muda kembali mendapat perhatian dalam Apel Kesiapan dan Pelepasan Kontingen Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kota Tasikmalaya di Halaman Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026).

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra yang menjadi pembina apel menyampaikan semangat kepada para peserta Porseni sekaligus mengapresiasi para guru yang selama ini berperan dalam mendidik generasi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Diky juga menyampaikan apresiasi kepada Lola Nelria Oktavia, anggota DPR RI Komisi III, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan BKPRMI dan Porseni Kota Tasikmalaya.

Lola disebut memberikan bantuan sebesar Rp2,5 juta untuk mendukung BKPRMI.

Baca Juga:Pancasila Diperkuat di Sekolah Tasikmalaya, Anak-anak Diingatkan Tak Larut dalam Distorsi Informasi DigitalBatas Tanah Diduga Jadi Pemicu, Polisi Dalami Kasus Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya

Selain itu, bantuan senilai Rp2,5 juta juga diberikan untuk kegiatan sertifikasi guru madrasah yang diselenggarakan BKPRMI.

Sebanyak 25 peserta disebut mendapatkan dukungan biaya dari Lola.

Diky menilai kepedulian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan masih adanya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah, termasuk dunia pendidikan dan pembinaan keagamaan.

“Terima kasih kepada para guru atas baktinya,” ujar Diky.

Ia kemudian berbicara mengenai sosok guru yang menurutnya memiliki pengabdian luar biasa.

Diky mengaku memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan karena berasal dari keluarga guru.

Menurut Diky, sejumlah guru turut membentuk perjalanan hidupnya.

Ia juga menyebut almarhum ayahnya, Rd Duky Chandranegara, merupakan guru di SMAN 2 Tasikmalaya.

Selain mengajar, sang ayah juga disebut aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan sosial di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Kebun Singkong Jadi TKP Maut di Tasikmalaya, Pria Meninggal Dibacok Tetangga karena Batas TanahKemarau Belum Usai! 44 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Tasikmalaya, Bara Kecil Bisa Jadi Bencana

Diky mengatakan profesi guru membutuhkan keikhlasan dan kesabaran yang tidak sederhana.

Sebab, seorang guru tetap menjalankan pengabdiannya meski kelak anak didiknya bisa mencapai berbagai posisi penting.

“Guru tetap jadi guru dengan segala kesederhanaannya, walaupun bisa jadi murid-muridnya ada yang menjadi presiden, menteri, pengusaha kaya, bahkan ulama,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang murid tidak pernah berdiri sendiri.

Di balik jabatan tinggi, kesuksesan bisnis, maupun pengaruh seseorang, ada guru yang pernah mengajarkan dasar-dasarnya.

Dengan nada yang sarat apresiasi, Diky menegaskan bahwa guru tetaplah guru.

0 Komentar