Pancasila Diperkuat di Sekolah Tasikmalaya, Anak-anak Diingatkan Tak Larut dalam Distorsi Informasi Digital

penguatan Pancasila di sekolah Tasikmalaya
Penguatan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme di SD Pahlawan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penguatan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme mulai kembali ditekankan kepada anak-anak sekolah dasar di Kota Tasikmalaya.

Langkah itu dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital yang tak selalu membawa kabar baik.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi nilai-nilai Pancasila dan bela negara di SD Pahlawan, Kecamatan Tawang, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga:Batas Tanah Diduga Jadi Pemicu, Polisi Dalami Kasus Pembunuhan di Karangjaya TasikmalayaKebun Singkong Jadi TKP Maut di Tasikmalaya, Pria Meninggal Dibacok Tetangga karena Batas Tanah

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bersama Yayasan Bela Bangsa Tasikmalaya serta kalangan purnawirawan yang dinaungi Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD).

Edukasi serupa menyasar 10 sekolah dasar yang mewakili setiap kecamatan di Kota Tasikmalaya.

Ketua PPAD Tasikmalaya, Mayor (Purn) Dian Hermawan, mengatakan pengenalan kembali nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak merupakan bagian fundamental dalam memperkuat ideologi bangsa.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak memiliki kebanggaan terhadap identitasnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Kalau tidak diingatkan sejak dini, akhirnya bisa tidak mempunyai kebanggaan kepada dirinya sendiri, terlebih kepada bangsa dan negaranya,” kata Dian.

Ia menilai tantangan terhadap nasionalisme saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk ancaman fisik. Di era digital, informasi dari berbagai penjuru dunia dapat masuk dengan cepat, termasuk provokasi dan kabar bohong.

Dian menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari perang asimetris yang perlu diwaspadai.

Baca Juga:Kemarau Belum Usai! 44 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Tasikmalaya, Bara Kecil Bisa Jadi BencanaOJK Tasikmalaya Dorong Industri Keuangan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Beri Manfaat Nyata untuk Masyarakat

“Yang lebih bahaya di era digitalisasi ini adalah perang asimetris. Melalui media sosial, provokasi, hoaks, itu sangat berdampak terhadap kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Karena itu, anak-anak menurut dia perlu dibekali kemampuan memahami informasi. Tidak semua informasi yang muncul di media sosial dapat dipercaya begitu saja.

Apalagi, kata Dian, anak-anak juga berpotensi mengakses situs maupun konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

“Keuntungannya kita bisa cepat mendapatkan informasi. Kerugiannya apabila kita salah menilai pemberitaan, sumbernya tidak dapat dipercaya. Itu yang dikhawatirkan,” katanya.

Dian juga mendorong penguatan pendidikan kebangsaan secara lebih luas.

Ia bahkan menyinggung perlunya konsep pendidikan kedisiplinan dan bela negara yang lebih terstruktur, termasuk pelaksanaan wajib militer seperti yang diterapkan sejumlah negara.

0 Komentar