Pancasila Diperkuat di Sekolah Tasikmalaya, Anak-anak Diingatkan Tak Larut dalam Distorsi Informasi Digital

penguatan Pancasila di sekolah Tasikmalaya
Penguatan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme di SD Pahlawan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Namun, menurutnya, fondasi paling awal tetap berada di lingkungan keluarga.

Ia mengatakan orang tua memiliki waktu yang jauh lebih panjang untuk menanamkan nilai Pancasila dibandingkan sekolah.

Kebiasaan sederhana seperti mengenalkan lagu-lagu perjuangan, Indonesia Raya, serta membimbing anak memahami butir-butir Pancasila dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau di sekolah waktunya terbatas. Kalau di rumah setiap hari, setiap waktu ada,” terangnya.

Baca Juga:Batas Tanah Diduga Jadi Pemicu, Polisi Dalami Kasus Pembunuhan di Karangjaya TasikmalayaKebun Singkong Jadi TKP Maut di Tasikmalaya, Pria Meninggal Dibacok Tetangga karena Batas Tanah

Dian mengaku antusiasme siswa dalam kegiatan tersebut sangat tinggi. Ia mengingatkan anak-anak bahwa merekalah yang nantinya menentukan arah bangsa.

“Kalianlah nanti sebagai generasi penerus yang akan menentukan arahnya bangsa kita ini sendiri,” katanya kepada para siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Rojab Riswan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nilai kejuangan, nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.

“Ini sebagai kolaborasi Dinas Pendidikan dan Yayasan Bela Bangsa dan Negara. Menumbuhkan nilai-nilai kejuangan dan bagaimana pahlawan-pahlawan merebut kemerdekaan,” tutur Rojab.

Menurut dia, perjuangan anak-anak saat ini tidak lagi berada pada fase merebut kemerdekaan. Tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Caranya, kata Rojab, dapat dimulai dari aktivitas sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga hubungan baik dengan teman.

“Anak-anak ini menjadi penerus bangsa. Sudah menjadi keharusan kita sebagai orang tua memberikan pemahaman yang utuh terhadap nasionalisme dan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” tambahnya.

Baca Juga:Kemarau Belum Usai! 44 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Tasikmalaya, Bara Kecil Bisa Jadi BencanaOJK Tasikmalaya Dorong Industri Keuangan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Beri Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Rojab menegaskan penanaman Pancasila di lingkungan sekolah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Harus terus, harus terus, harus terus,” tegasnya saat ditanya mengenai keberlanjutan pendidikan nilai-nilai Pancasila di sekolah.

Ia menyebut tantangan lain yang tidak kalah penting adalah distorsi informasi. Ketika masyarakat, termasuk anak-anak, lengah dalam menyaring informasi, berbagai pengaruh negatif dapat masuk tanpa disadari.

Karena itu, Dinas Pendidikan bersama pihak terkait akan terus mendorong penguatan jati diri bangsa di kalangan peserta didik.

0 Komentar