Kemarau Belum Usai! 44 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Tasikmalaya, Bara Kecil Bisa Jadi Bencana

kebakaran lahan
Petugas Damkar BPBD Kota Tasikmalaya saat menangani kebakaran lahan belum lama ini. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Musim kemarau belum juga beranjak. Di Kota Tasikmalaya, kondisi lahan yang kering justru membuat api semakin mudah mencari jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat sedikitnya 44 kejadian kebakaran lahan telah ditangani hingga Selasa (18/8/2026).

Ironisnya, kejadian tersebut masih terus bermunculan hampir setiap hari.

Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga:OJK Tasikmalaya Dorong Industri Keuangan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Beri Manfaat Nyata untuk MasyarakatMuhamad Abdul Karim Ambil Formulir Caketum Kadin Kota Tasikmalaya, Kader Muda Mulai Unjuk Gigi

Rumput dan semak yang mengering selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat muncul dan menyebar.

“Sampai kemarin ada 44 kebakaran lahan yang sudah kami tangani. Setiap hari ada terus,” kata Budi kepada Radar, Rabu (19/8/2026).

Menurut Budi, potensi kebakaran masih cukup tinggi selama musim kemarau belum berakhir.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas yang melibatkan api.

Salah satu yang menjadi perhatian BPBD adalah kebiasaan masyarakat membakar sampah.

Api yang dianggap sudah padam, kata dia, belum tentu benar-benar mati.

Bara yang masih tersisa di balik tumpukan material kering bisa kembali menyala ketika tertiup angin.

Baca Juga:Pemilik Usaha di Mangkubumi Tasikmalaya Tertimpa 30 Lembar Kaca Tebal Seberat 1,3 TonOJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar! Jangan FOMO dan Hindari Pinjol Ilegal hingga Judi Online yang Jadi Jebakan

Dari bara kecil, kebakaran pun bisa membesar dan merembet ke lahan di sekitarnya.

“Mudah-mudahan ini bisa dihentikan dengan kedisiplinan masyarakat, terutama dalam proses pembakaran sampah. Pastikan bara apinya benar-benar sudah tidak ada sehingga tidak terjadi kebakaran,” terangnya.

Selain pembakaran sampah, BPBD juga mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput dan semak kering.

Budi menegaskan, kewaspadaan menjadi penting karena kondisi lahan saat ini ibarat bahan bakar yang menunggu pemantik. Sumber api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membakar sampah maupun membuang puntung rokok. Pastikan semuanya benar-benar mati. Kalau membakar sampah, periksa kembali apakah masih ada bara di dalamnya,” bebernya.

BPBD berharap masyarakat semakin memahami kondisi cuaca yang masih kering dan ikut berperan dalam menekan angka kebakaran lahan di Kota Tasikmalaya.

“Semoga ke depan berkurang. Apalagi cuaca kering masih berlanjut. Semoga masyarakat semakin memahami kondisi cuaca seperti ini dan lebih berhati-hati,” harap Budi.

0 Komentar