TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di awal proses penataan, Pemkot Tasikmalaya menunjukkan sikap serius untuk membuat Dadaha lebih tertata. Namun di tengah perjalanan, persoalan anggaran tiba-tiba muncul sebagai dalih saat penataan tidak berprogres.
Hal ini dinilai sikap yang tidak etis dari pemerintah karena berani memulai tapi tidak sampai selesai. Pasalnya pemkot berani melakukan penataan tanpa didasari oleh perencanaan, termasuk dukungan anggaran..
Pengamat sosial dan pemerintahan Tasikmalaya, Asep M. Tamam, menilai Pemkot Tasikmalaya memiliki berbagai alternatif untuk mencari sumber pembiayaan apabila kemampuan APBD belum mencukupi. Hal tersebut harus bisa terpetakan dalam proses perencanaan baik mengupayakan dukungan anggaran ke pemerintah pusat maupun sumber lain yang sesuai ketentuan.
Baca Juga:Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Masih Disorot, Disebut Abaikan Aturan dan Sarat KepentinganAlumni SMAN 1 Cikatomas Tasikmalaya Berkumpul, Percayakan Ajang Ramdani Memimpin IKA SMANCIKA
“Kalau memang tidak bisa dianggarkan melalui APBD, pemerintah kota harus memiliki kemampuan dan kemauan untuk mencari sumber anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa penataan Dadaha dilakukan tanpa perencanaan dan dukungan anggaran yang memadai. Ini menimbulkan kesan pemerintah bekerja secara terburu-buru alias tidak profesional.
Jika memang serius, kata Asep, pemkot semestinya mempersiapkan perencanaan secara matang berikut dengan sumber pembiayaan yang dibutuhkan. Supaya tidak terjadi macet di tengah jalan dan penataan tidak selesai.
“Jangan sampai penataan dilakukan seadanya, kemudian ketika gagal kembali muncul alasan tidak ada anggaran,” ujarnya.
Dalam kondisi ini, Asep berharap Pemkot Tasikmalaya segera menentukan arah penataan Dadaha secara tegas. Pemerintah harus menunjukkan apakah kawasan tersebut benar-benar akan ditata menjadi ruang publik yang representatif atau hanya dibiarkan berkembang secara sporadis mengikuti berbagai kepentingan.
“Ini membutuhkan keputusan yang mendesak. Pemerintah harus serius menentukan Dadaha mau dibawa ke mana,” pungkasnya.
Kompleks Dadaha memiliki fungsi penting bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Kawasan ini menjadi tempat warga berolahraga, bersantai, berkumpul, hingga melakukan berbagai aktivitas sosial.
Baca Juga:Siswa di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Perundungan, Dipukul dan Ditampar oleh Puluhan OrangDigitalisasi Parkir Tepi Jalan di Kota Tasikmalaya Terhambat Sinyal dan Jukir Liar
“Menurut saya, Dadaha ini kekayaan bagi warga dan bagi Kota Tasikmalaya. Jangan dikelola secara main-main. Harus benar-benar ditata agar tertib, nyaman dan indah,” katanya.
Ia menilai kondisi Dadaha saat ini masih membutuhkan pembenahan secara menyeluruh. Penataan tidak cukup hanya dengan mengatur aktivitas pedagang atau melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan.
