Kisah Dua Mahasiswi Universitas Mayasari Bakti yang Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga Berkat BSI Scholarship

mahasiswi Universitas Mayasari Bakti penerima BSI Scholarship
Revalina Yunijar dan Hani Kusumawati, dua mahasiswi Universitas Mayasari Bakti yang menjadi sarjana pertama di keluarganya. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ruang kuliah Fakultas Vokasi Universitas Mayasari Bakti pagi itu tampak riuh oleh diskusi mahasiswa.

Di sudut barisan bangku, dua mahasiswi semester 7 Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah tampak tekun menyimak paparan materi dari layar proyektor.

Mereka adalah Revalina Yunijar dan Hani Kusumawati.

Sekilas, penampilan mereka sama seperti mahasiswa tingkat akhir lainnya yang mulai disibukkan dengan persiapan tugas akhir.

Baca Juga:Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Citanduy Kota Tasikmalaya saat Menolong TemannyaPersikotas Terusir dari Kandang Sendiri, TCS Desak Pemkot Tasikmalaya Beri Kepastian Soal Perbaikan Stadion

Namun, di balik senyum dan ketenangan mereka, tersimpan sebuah narasi perjuangan hebat yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di perguruan tinggi.

Kedua mahasiswi ini baru saja menorehkan kebanggaan besar. Mereka berhasil menjadi penerima BSI Scholarship Afirmasi 2026, sebuah program bantuan pendidikan yang membuka jalan bagi mereka untuk menuntaskan mimpi akademik tanpa lagi dibayangi kecemasan akan biaya perkuliahan.

Bagi Revalina dan Hani, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jembatan yang akan mengantarkan mereka menjadi sarjana pertama di keluarga masing-masing.

Bagi Revalina Yunijar, perjalanan menuju semester tujuh adalah pembuktian atas konsistensi dan disiplin tinggi.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini merupakan putri dari pasangan Dede Oding dan Neng Yuyun Wahyuni.

Selama bertahun-tahun, Dede Oding yang bekerja sebagai wiraswasta berjuang keras memeras demi memastikan putri pertamanya bisa mengenyam pendidikan tinggi.

“Jujur, awalnya saya sama sekali tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa ini,” ungkap Revalina dengan mata berbinar saat ditemui di area kampus.

Baca Juga:PSSI dan Pemkot Tasikmalaya Lakukan Laga Amal untuk Mengang Ahid, Skor Imbang 1-1Dugaan Bullying Siswa SMA di Tasikmalaya Jangan Tutupi dengan Damai-damaian, Usut Menyeluruh

Selama enam semester sebelumnya, seluruh beban biaya kuliah Revalina murni bersumber dari kantong orang tuanya.

Sadar bahwa ia memiliki dua orang adik yang juga membutuhkan biaya sekolah tidak sedikit, Revalina memikul tanggung jawab moral yang besar untuk tidak menyia-nyiakan pengorbanan ayah dan ibunya.

Tanggung jawab itu ia buktikan lewat pencapaian akademik yang luar biasa.

Revalina berhasil mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95, sebuah angka yang nyaris sempurna untuk program studi yang menuntut ketelitian tinggi seperti Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah.

Saat ditanya mengenai resep rahasianya memenangkan persaingan beasiswa dan meraih IPK setinggi itu, Revalina tersenyum.

0 Komentar