TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Janji pembangunan dan pembenahan Stadion Wiradadaha kembali menjadi sorotan. Kali ini, keresahan datang dari kelompok suporter fanatik Persikotas Kota Tasikmalaya, Tasik City Society (TCS).
Puluhan massa TCS menyuarakan desakan tersebut seusai pembukaan Laga Amal PSSI Kota Tasikmalaya vs Pemkot Tasikmalaya di Stadion Wiradadaha, Minggu (27/9/2026) sore.
Saat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan hendak memasuki mobil dinasnya di luar stadion, massa TCS langsung mendekat sembari membawa spanduk bertuliskan, “Apa Kabar dengan Pembangunan Stadion.”
Baca Juga:PSSI dan Pemkot Tasikmalaya Lakukan Laga Amal untuk Mengang Ahid, Skor Imbang 1-1Dugaan Bullying Siswa SMA di Tasikmalaya Jangan Tutupi dengan Damai-damaian, Usut Menyeluruh
Viman sempat menghentikan langkahnya. Ia berdiskusi singkat dengan massa dan menyerap aspirasi terkait kondisi Stadion Wiradadaha sebelum melanjutkan agenda kedinasannya.
Perwakilan TCS, Suntara Pratama, mengatakan persoalan stadion bukan isu baru bagi suporter Persikotas. Menurutnya, pembangunan atau pembenahan stadion sudah lama dinantikan, tetapi hingga kini belum ada kejelasan yang dianggap memuaskan.
“Udah dari kapan ya janji-janji ini stadion, belum diberesin-beresin,” kata Suntara.
Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat Persikotas harus menggunakan stadion di luar daerah sebagai home base.
“Sekarang Persikotas jadinya home base di Ciamis. Ini meminjam stadion di Ciamis,” ujarnya.
Bagi TCS, persoalannya bukan semata-mata soal kenyamanan klub.
Stadion yang berada di tengah Kota Tasikmalaya dinilai memiliki potensi lebih luas, termasuk untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sayang ini stadion kita juga. Di tengah kota, sudah luas. Kalau stadion sudah bagus, ekonomi juga pasti lancar,” katanya.
Baca Juga:Cegah Aksi Kelompok Bermotor, Tim Maung Galunggung Patroli Titik Rawan Kota TasikmalayaKemarau Belum Usai, SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Ajak Siswa Menengadah Lewat Salat Istisqa
Namun, jawaban yang diterima suporter dalam dialog setelah babak pertama pertandingan dinilai belum memberikan kepastian.
Suntara menyebut penjelasan yang disampaikan masih berbelit-belit dan belum menjawab pertanyaan paling mendasar: kapan stadion dibenahi dan bagaimana skema pembangunannya.
“Jawabannya kurang memuaskan. Mungkin masih seperti sebelumnya, berbelit-belit. Dari kita pengennya yang pasti, mau kapan, mau bagaimana, ada kejelasan,” tegasnya.
Setelah berdialog dengan wali kota, massa TCS kemudian masuk ke dalam stadion.
Saat babak pertama usai, mereka kembali berdialog, kali ini bersama Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H Wahid dan Kabid Pora Disporabudpar Kota Tasikmalaya Momon Suryaman.
