TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kemarau tak hanya membuat tanah menanti basah. Di SDN 2 Kersanagara, Kota Tasikmalaya kondisi tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk belajar tentang ikhtiar, doa, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Sekolah tersebut menggelar Salat Istisqa, Jumat (25/9/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan diikuti kepala sekolah, dewan guru dan seluruh peserta didik.
Mengusung tema Menengadah dalam Doa, Memohon Hujan Penuh Berkah, Salat Istisqa tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan.
Baca Juga:Roket Indonesia Gandeng Everpro, Layanan Kurir Instan JNE Bidik Penguatan UMKM lewat TeknologiTruk Pengangkut Bondek Tabrak Warung di Tasikmalaya, Kernet Terpental ke Sungai
Sekolah menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran karakter, khususnya dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan dan sikap tawakal.
Jumat kali ini pun berbeda dari rutinitas pembiasaan Jumat biasanya. Para siswa mengikuti Salat Istisqa yang dilanjutkan khutbah dan doa bersama.
Di tengah kemarau yang dirasakan masyarakat, para siswa diajak memahami bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi alam. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti berikhtiar.
Kepala SDN 2 Kersanagara, Rina Nurlina SPd, mengatakan Salat Istisqa menjadi pengalaman keagamaan sekaligus pembelajaran nyata bagi para peserta didik.
“Salat Istisqa ini menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak bahwa kita sebagai manusia memiliki keterbatasan. Selain berikhtiar menjaga lingkungan, kita juga diajarkan untuk senantiasa berdoa, memohon pertolongan Allah SWT, serta meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, imam Salat Istisqa juga mengajak jamaah melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, meningkatkan amal kebaikan serta menjaga hubungan baik dengan sesama dan lingkungan.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kemarau. Sebab, berharap hujan bukan berarti mengabaikan ikhtiar manusia dalam menjaga lingkungan. Doa berjalan beriringan dengan kepedulian dan tindakan.
Baca Juga:Surveyor Finance di Tasikmalaya Divonis 3 Tahun Penjara, Manipulasi Data 15 Kredit Motor Rugikan Rp367 JutaPembunuhan Pria Bertato di Ciawi Tasikmalaya, Kapolres: Ketiganya Saling Kenal dan Dipukul Pakai Gitar
Hujan yang diharapkan pun bukan hanya sekadar air yang turun dari langit. Lebih dari itu, hujan diharapkan membawa keberkahan, kemanfaatan dan kebaikan bagi kehidupan.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Para siswa mengikuti Salat Istisqa, khutbah hingga doa bersama dengan tertib dan penuh perhatian.
Melalui kegiatan tersebut, SDN 2 Kersanagara berharap nilai yang dibawa tidak berhenti ketika doa selesai dipanjatkan.
