OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar! Jangan FOMO dan Hindari Pinjol Ilegal hingga Judi Online yang Jadi Jebakan

edukasi keuangan OJK untuk pelajar Tasikmalaya
Anggota Pramuka SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya antusias mendapat edukasi keuangan dari OJK Tasikmalaya, Jumat (14/8/2026). istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah derasnya tren digital, pelajar tak cukup hanya pintar di kelas. Urusan uang pun perlu kecerdasan.

Jangan sampai karena FOMO, ikut-ikutan tren, pinjol ilegal hingga judi online, uang saku justru ludes dan masa depan ikut tersandera.

Pesan itu disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya saat memberikan edukasi keuangan kepada 91 anggota Pramuka SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya, Kamis-Jumat (13-14/8/2026).

Baca Juga:Konvoi Geng Motor Berujung Maut di Kawalu Tasikmalaya! Pelajar Meninggal Diduga Bukan karena KecelakaanTPP ASN Kota Tasikmalaya Paling Tinggi Dipotong 20 Persen! Pemkot Siapkan Skema Subsidi Antar-Kelas Jabatan

Kegiatan yang menggandeng Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank bjb) Tasikmalaya tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka.

Namun, isu yang dibawa bukan sekadar seremoni tahunan. OJK menyasar persoalan yang semakin dekat dengan keseharian pelajar: bagaimana mengelola uang dan tidak mudah terjebak aktivitas keuangan ilegal di era digital.

Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi dan Fyrda Farida, menyampaikan materi Edukasi Keuangan: Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal secara interaktif.

Pelajar dikenalkan dengan peran dan fungsi OJK, cara mengelola keuangan, hingga berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal.

Mereka juga diajak membiasakan diri membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran sederhana, serta menabung sejak usia sekolah.

Kebiasaan tersebut dinilai sejalan dengan nilai kepramukaan yang mengajarkan disiplin, kemandirian dan tanggung jawab.

“Nilai-nilai yang kita pelajari dalam Pramuka juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Sejak usia sekolah, penting bagi pelajar untuk bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, serta menyisihkan uang untuk ditabung,” ujar Nur Izmi, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:Pendidikan Jadi Jalan Isi Kemerdekaan, Idrisiyyah Bangun Generasi dari PAUD hingga Perguruan Tinggi di TasikKorban Meninggal karena Kecelakaan Maut di Jamanis Tasikmalaya Bertambah Jadi 4 Orang

Menurut dia, kebiasaan sederhana tersebut bisa menjadi bekal bagi generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.

OJK juga menyoroti perilaku yang bisa mendorong pengeluaran tanpa kendali. Di antaranya Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People’s Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO).

Pelajar diingatkan agar tidak mengambil keputusan keuangan hanya demi mengejar tren, mencari pengakuan dari lingkungan, atau memburu kesenangan sesaat.

Sebab, godaan di era digital tak selalu datang dalam bentuk yang terlihat berbahaya.

0 Komentar