TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aksi konvoi diduga geng motor yang diduga diwarnai ugal-ugalan dan suara knalpot bising berujung maut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan/Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya berbuntut panjang.
Seorang pelajar berusia 17 tahun inisial S, meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor dan diduga pelemparan sebuah benda atau menjadi korban pengeroyokan warga.
Peristiwa tersebut terjadi Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 23.20 WIB. Jenazah korban pun hingga kini telah dibawa ke RS Kartika Asih Bandung untuk diautopsi dan hasilnya belum keluar.
Baca Juga:TPP ASN Kota Tasikmalaya Paling Tinggi Dipotong 20 Persen! Pemkot Siapkan Skema Subsidi Antar-Kelas JabatanPendidikan Jadi Jalan Isi Kemerdekaan, Idrisiyyah Bangun Generasi dari PAUD hingga Perguruan Tinggi di Tasik
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya, benar,” kata Januar saat dikonfirmasi terkait laporan cek tempat kejadian perkara (TKP) orang meninggal dunia tersebut, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan laporan kepolisian, sebelum kejadian korban bersama seorang rekannya dan sejumlah teman diduga nongkrong sambil mengonsumsi minuman keras di sekitar Warung Roma, Jalan Mayor Utarya, Kota Tasikmalaya.
Rombongan tersebut kemudian bergerak menuju Jalan Perintis Kemerdekaan menggunakan beberapa sepeda motor.
Dalam perjalanan, mereka diduga menggeber kendaraan atau memblayer-blayer motor serta berkendara secara ugal-ugalan.
Situasi kemudian berubah menjadi petaka. Satu sepeda motor Yamaha WR warna biru disebut mengejar rombongan korban.
Pengendaranya diduga melemparkan benda ke arah korban hingga korban kehilangan kendali dan terjatuh.
Baca Juga:Korban Meninggal karena Kecelakaan Maut di Jamanis Tasikmalaya Bertambah Jadi 4 OrangHUT RI ke-81, Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Rakyat
Tak berhenti sampai di situ, korban kemudian diduga dikerumuni dan dipukuli warga.
Salah seorang saksi, Tatan, yang berada di sekitar lokasi mengaku mendengar suara knalpot bising.
Saat mengecek sumber suara, dia melihat Yamaha WR warna biru yang ditumpangi dua orang.
Di lokasi itu, salah seorang pengendara Yamaha WR disebut sedang memukuli korban yang telah terjatuh di depan ruko.
Terduga pelaku juga sempat melontarkan perkataan bernada ancaman kepada korban.
Insiden yang bermula dari suara knalpot dan aksi berkendara di jalan raya itu pun berubah menjadi perkara berdarah.
Jalanan yang semestinya menjadi ruang bersama justru seolah berubah menjadi arena untuk menyelesaikan persoalan dengan cara main keroyokan.
Polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, di antaranya satu buah senjata tajam jenis golok yang diduga milik korban, batu, serta sepeda motor milik korban.
