Fakta lain yang turut terungkap, korban bersama sejumlah rekannya diduga membawa senjata tajam.
Berdasarkan keterangan saksi, korban membawa golok dengan alasan mencari seseorang. Dua rekannya, Daffa dan Syamil, juga disebut membawa senjata tajam serupa.
Korban diketahui mengalami sejumlah luka. Hasil pemeriksaan luar oleh dokter menemukan luka robek di bagian kepala sebelah kanan dan belakang, bahu, dagu, serta siku kanan bagian belakang. Selain itu terdapat luka lecet pada kedua lutut dan kaki.
Sementara itu, rekan korban, MH juga mengalami luka berat.
Baca Juga:TPP ASN Kota Tasikmalaya Paling Tinggi Dipotong 20 Persen! Pemkot Siapkan Skema Subsidi Antar-Kelas JabatanPendidikan Jadi Jalan Isi Kemerdekaan, Idrisiyyah Bangun Generasi dari PAUD hingga Perguruan Tinggi di Tasik
Polisi telah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, mengevakuasi korban ke RSUD dr Soekardjo, hingga meminta keterangan para saksi.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela membenarkan laporan kejadian tersebut.
Polisi selanjutnya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian hingga menyebabkan seorang remaja kehilangan nyawa.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa konvoi, blayer-blayer dan aksi ugal-ugalan di jalan bukan sekadar urusan bising atau gaya-gayaan.
Ketika emosi ikut naik gas, akibatnya bisa jauh lebih mahal: nyawa melayang dan perkara hukum pun menunggu di tikungan. (rezza rizaldi)
