TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Tasikmalaya di Alun-alun Dadaha, Senin (17/8/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menegaskan kembali arah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, makna kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Pada akhirnya, makna kemerdekaan akan terlihat dari kehidupan rakyatnya, anak-anak yang dapat bersekolah, masyarakat yang sehat, keluarga yang memiliki penghidupan, usaha rakyat yang tumbuh, serta pelayanan publik yang semakin baik,” kata Viman.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Jamanis Tasikmalaya! Dua Orang Meninggal Dunia, Enam Lainnya Masuk Rumah SakitDiduga Jatuh saat Memetik Kelapa, Pria 27 Tahun Warga Rajapolah Tasikmalaya Meninggal Dunia
Ia menegaskan, 81 tahun perjalanan bangsa telah membawa Indonesia melewati berbagai tantangan, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, membangun fondasi negara, menghadapi krisis hingga menghadapi perubahan global yang bergerak cepat.
Dalam kondisi tersebut, kata Viman, kepentingan rakyat harus tetap menjadi arah utama setiap ikhtiar pembangunan.
Hal itu sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Viman menjelaskan, berdaulat berarti memperkuat kemampuan bangsa dan daerah untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri. Adil berarti kesempatan dan hasil pembangunan harus semakin dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Sedangkan makmur, lanjut dia, bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan harus mampu menghasilkan pekerjaan, pendapatan, serta kehidupan yang semakin baik bagi masyarakat.
“Setiap program harus mempunyai dampak yang jelas bagi masyarakat,” tegasnya.
Viman juga memaparkan sejumlah program prioritas nasional yang berjalan di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Hampir 20 Tahun Jadi Perawat di Tasikmalaya, Dian Temukan Makna Kemerdekaan Saat Mencuci Merah PutihPadel Jadi Ladang PAD Baru, Bapenda Kota Tasikmalaya Sudah Tetapkan 14 Wajib Pajak
Untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), saat ini tercatat 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan penerima manfaat mencapai 246.212 orang. Program tersebut juga melibatkan 5.528 relawan dalam ekosistem SPPG.
Pemkot Tasikmalaya, kata Viman, telah membentuk Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis untuk memperkuat koordinasi, pengawasan dan integrasi pelaksanaan program, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Pemkot juga mendorong petani, peternak, pedagang, UMKM dan koperasi lokal masuk dalam rantai pasok MBG. Dengan demikian, makanan bergizi diharapkan tidak hanya berhenti di meja makan, tetapi turut menggerakkan ekonomi masyarakat.
