Sementara Program Cek Kesehatan Gratis hingga Agustus 2026 telah melayani 282.491 jiwa atau 92,89 persen dari target RPJMN 2026.
Di bidang pendidikan, Kota Tasikmalaya memiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 yang telah beroperasi sejak Agustus 2025. Saat ini terdapat 62 siswa dalam tiga rombongan belajar jenjang SD dan SMP. Untuk tahun ajaran 2026/2027, disiapkan kuota 60 siswa baru.
Pemkot juga tengah mempersiapkan pengadaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Jamanis Tasikmalaya! Dua Orang Meninggal Dunia, Enam Lainnya Masuk Rumah SakitDiduga Jatuh saat Memetik Kelapa, Pria 27 Tahun Warga Rajapolah Tasikmalaya Meninggal Dunia
Program lainnya adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih. Dari 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya, seluruhnya telah difasilitasi pembentukan badan hukum koperasi. Sebanyak 64 koperasi telah melaksanakan rapat anggota tahunan dan sebagian mulai menjalankan usaha.
Selain program nasional, Viman memaparkan tujuh program prioritas pembangunan daerah yang menjadi bagian dari visi Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa dan perdagangan yang religius, inovatif, maju dan berkelanjutan.
Ketujuh program tersebut yakni Tasik Gemas, Tasik Pintar, Tasik Pelak, Tasik Religius, Tasik Melayani, Tasik Nyaman, dan Tasik Resik.
Melalui Tasik Gemas, Pemkot memperkuat pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi dan perlindungan jaminan kesehatan. Program tersebut antara lain telah menjangkau 41.911 sasaran pemenuhan gizi atau 68,67 persen.
Di sektor pendidikan, Tasik Pintar diwujudkan melalui bantuan perlengkapan sekolah bagi ratusan siswa serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Sekitar 2.800 anak disebut telah kembali mengakses pendidikan melalui penelusuran dan pendekatan jemput bola.
Pada sektor ekonomi, Tasik Pelak diarahkan untuk memperkuat UMKM, industri, perdagangan, koperasi, pertanian, peternakan, perikanan dan ekonomi kreatif.
Pemkot juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sekitar 30 kali sepanjang 2026 untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan.
Baca Juga:Hampir 20 Tahun Jadi Perawat di Tasikmalaya, Dian Temukan Makna Kemerdekaan Saat Mencuci Merah PutihPadel Jadi Ladang PAD Baru, Bapenda Kota Tasikmalaya Sudah Tetapkan 14 Wajib Pajak
Sementara Tasik Religius diwujudkan salah satunya melalui program One Kelurahan One Hafiz atau Ohan Hafiz. Pada batch pertama, program tersebut diikuti 44 peserta dari berbagai kelurahan, termasuk peserta yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz.
Di sektor pelayanan publik, Tasik Melayani diarahkan pada penguatan birokrasi dan transformasi digital. Salah satunya melalui aplikasi i-PBB berbasis Android yang memungkinkan masyarakat mengakses SPPT digital, mengecek tagihan dan riwayat pembayaran hingga membayar PBB melalui QRIS dan virtual account.
Untuk infrastruktur, Tasik Nyaman mencakup pemeliharaan jalan kota sepanjang 18 kilometer, rekonstruksi jalan 1,5 kilometer, serta pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan sepanjang 25,43 kilometer.
