Bukan Dendam Lama! Kades Karangjaya Tasikmalaya Sebut Konflik yang Tewaskan Warganya Diduga Spontan

konflik pembunuhan Karangjaya
Kades Karangjaya, Soni Ruswandi (kanan) didampingi Ketua RT 10, Nanang Nurhidayat memberikan penjelasan terkait kejadian di wilayahnya saat ditemui di Pemulasaraan RSUD dr Soekardjo, Rabu sore (19/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan Tata Hendro (45) di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, masih menyisakan tanda tanya terkait pemicu sebenarnya.

Kepala Desa Karangjaya, Soni Ruswandi, menyebut informasi yang diterimanya sementara ini mengarah pada konflik yang terjadi secara spontan.

Ia belum mengetahui adanya persoalan lama antara korban dengan terduga pelaku berinisial E.

Baca Juga:Terduga Pelaku Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya Sempat Hendak Serahkan Diri!Diky Candra Apresiasi Dukungan Porseni dan Sertifikasi Madrasah di Kota Tasikmalaya

“Kayaknya spontan sih. Kayaknya spontan. Memang spontan,” kata Soni saat ditemui di RSUD dr Soekardjo, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus membuka kemungkinan bahwa kasus yang berujung pada hilangnya nyawa Tata bukan dipicu dendam lama.

Namun, Soni menegaskan dirinya belum bisa memastikan motif sebenarnya.

Sebab, pihak desa masih menunggu keterangan sejumlah saksi dan hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

“Kalau pastinya saya tadi sudah bilang, belum bisa jawab pasti apa penyebabnya,” terangnya.

Meski begitu, informasi mengenai persoalan tanah dan batas lahan sebelumnya memang berkembang di tengah masyarakat.

Hal tersebut juga menjadi salah satu informasi yang tengah dikembangkan aparat kepolisian.

Soni mengatakan, ada kemungkinan persoalan tersebut bermula dari sebuah pembicaraan yang semestinya biasa saja.

Baca Juga:Pancasila Diperkuat di Sekolah Tasikmalaya, Anak-anak Diingatkan Tak Larut dalam Distorsi Informasi DigitalBatas Tanah Diduga Jadi Pemicu, Polisi Dalami Kasus Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya

Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, pembicaraan tersebut bisa saja disampaikan dalam suasana bercanda.

“Mungkin ada pembicaraan ataupun bersifat bercanda juga. Mungkin penerimanya enggak bercanda,” tuturnya.

Dengan kata lain, sesuatu yang bagi satu pihak mungkin hanya dianggap obrolan ringan, bisa saja diterima berbeda oleh pihak lainnya.

Soni pun tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai kemungkinan adanya ketersinggungan.

Menurutnya, seluruh rangkaian peristiwa harus didalami melalui pemeriksaan polisi.

“Mungkin gitu. Soalnya kalau persoalan yang pasti, apalagi ke belakang ada permasalahan atau tidak, saya juga tidak mengetahui,” katanya.

Korban dan terduga pelaku diketahui masih berada dalam lingkungan kampung yang sama dan saling mengenal.

Terduga pelaku E diketahui lebih banyak tinggal di Bandung karena menjalankan usaha tahu bulat.

Ia berada di kampung saat kejadian karena tengah pulang bertepatan dengan kegiatan Agustusan.

0 Komentar