Bukan Dendam Lama! Kades Karangjaya Tasikmalaya Sebut Konflik yang Tewaskan Warganya Diduga Spontan

konflik pembunuhan Karangjaya
Kades Karangjaya, Soni Ruswandi (kanan) didampingi Ketua RT 10, Nanang Nurhidayat memberikan penjelasan terkait kejadian di wilayahnya saat ditemui di Pemulasaraan RSUD dr Soekardjo, Rabu sore (19/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Ketua RT 10, Nanang Nurhidayat, mengatakan E dan Tata memang saling mengenal.

“Ya dekat sih lah,” tutur Nanang.

Sementara itu, korban Tata disebut dikenal warga sebagai penggiat budaya dan masih sering berada di rumah.

Di lingkungan sehari-hari, E juga disebut tidak dikenal sebagai sosok yang temperamental.

“Biasa saja sih kalau kesehariannya,” tambah Nanang.

Baca Juga:Terduga Pelaku Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya Sempat Hendak Serahkan Diri!Diky Candra Apresiasi Dukungan Porseni dan Sertifikasi Madrasah di Kota Tasikmalaya

Setelah kejadian, terduga pelaku juga disebut tidak melarikan diri. Ia masih berada di lokasi dan kemudian diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Kuasa hukum E, Windi Harisandi, sebelumnya mengatakan kliennya sempat berniat menyerahkan diri setelah kejadian. Namun, polisi lebih dulu mengamankannya.

“Untuk saat ini terduga pelaku tadinya mau menyerahkan diri setelah kejadian, tapi keburu ada orang Polsek yang mengamankan,” ujar Windi.

Kini, penyidik masih mendalami perkara tersebut. Motif sebenarnya, termasuk apakah konflik dipicu persoalan tanah, ketersinggungan, atau faktor lain, masih menunggu hasil pemeriksaan.

Di tengah proses hukum tersebut, warga Desa Karangjaya diharapkan tetap menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik baru.

Sebab, jika benar persoalannya bermula dari sebuah pembicaraan atau ketersinggungan sesaat, kasus ini menjadi pengingat bahwa ucapan boleh lewat, emosi jangan sampai menetap.

Apalagi jika akhirnya persoalan yang semula bisa diselesaikan dengan kepala dingin justru berujung pada tragedi. (rezza rizaldi)

0 Komentar