Gelombang 3 Meter Terjang Pesisir Cipatujah dan Cikalong Tasikmalaya, Belasan Perahu Rusak

Gelombang tinggi
Ombak pasang di Pantai Pamayangsari Cipatujah menghantam perahu nelayan yang bersandar di dermaga dan menerjang saung serta permukiman masyarakat di pesisir Pantai Cikalong, Rabu (12/8/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 3 meter menerjang pesisir Kabupaten Tasikmalaya sejak Senin (10/8/2026). Kondisi tersebut berdampak pada kawasan Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, dan sejumlah wilayah pesisir Kecamatan Cikalong.

Di Pantai Pamayangsari, belasan perahu nelayan yang bersandar di dermaga mengalami kerusakan ringan hingga sedang pada bagian bodi, mesin, dan tali. Kerusakan terjadi akibat hantaman gelombang serta perahu yang saling bersenggolan saat diterjang ombak.

Selain perahu, gelombang pasang juga menerjang warung dan saung di sekitar bibir pantai. Di Pantai Cikalong, air laut bahkan dilaporkan masuk ke area permukiman warga.

Baca Juga:Kepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi LokalKonflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia Tanah

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan perahu di Dermaga Pantai Pamayangsari terombang-ambing diterjang ombak. Dalam video tersebut juga terlihat kepanikan warga ketika air laut naik hingga ke daratan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi menyebutkan ada satu warung warga yang rusak diterjang gelombang laut di pesisir Pantai Pamayangsari.

“Itu posisi warungnya dipinggir Pantai Pamayangsari dekat ke laut. Jadi wajar tehantam gelombang ombak tinggi, posisinya terlalu dekat pantai,” terang Dedi.

Menurut Dedi, tingginya gelombang menyebabkan belasan perahu nelayan di dermaga Pantai Pamayangsari mengalami kerusakan.

“Ada yang rusak bagian bodi, mesin dan talinya. Karena terkena hantaman ombak dan bersenggolan dengan perahu lainnya di dermaga,” jelas Dedi.

Dedi mengatakan, gelombang tinggi terjadi sejak Senin (10/8/2026) dengan ketinggian sekitar 2,5 sampai 3 meter. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak separah gelombang tinggi yang terjadi pada tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu di pertengahan tahun siklus tahunan ketika terjadi gelombang laut tinggi di Pantai Pamayangsari ada puluhan perahu nelayan yang rusak. Sedangkan sekarang hanya belasan perahu, itu pun rusak ringan,” kata Dedi.

Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar

Kondisi gelombang pada Kamis (13/8/2026) mulai menurun. Meski demikian, sebagian besar nelayan memilih tidak melaut dan fokus memperbaiki perahu yang terdampak.

“Alhamdulillah, kalau hari Kamis (13/8/2026) ini gelombangnya sudah berangsur turun dibawah satu meter. Tapi nelayan untuk sementara tidak melaut, hanya ada satu dua orang yang melaut. Sebagian nelayan beres-beres perahunya yang terdampak,” paparnya.

0 Komentar