Dedi menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, gelombang tinggi tersebut merupakan fenomena yang berkaitan dengan siklus tahunan pada musim kemarau.
“Jadi banyak faktor, ada karena dampak gempa Pangandaran, faktor siklus tahunan termasuk dampak musim kemarau. Dan ada angin muson dari arah Australia,” ungkap dia.
Dedi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat.
Baca Juga:Kepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi LokalKonflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia Tanah
“Jangan memaksakan melaut ketika cuaca jelek, angin dan gelombang tinggi. Karena ada nelayan di Pangandaran yang celaka karena memaksakan melaut di tengah gelombang laut tidak menentu,” imbaunya.
Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, membenarkan adanya gelombang pasang di wilayah Cipatujah dan Cikalong. Sejumlah warung di kawasan pesisir turut terdampak.
“Akibatnya warung terdampak di bibir Pantai Sindangkerta. Untuk Pelabuhan Pamatang air sudah masuk ke areal dermaga. Informasi sementara tidak ada kerusakan parah. Dan gelombang sudah terkendali,” kata Jembar.
Ia menyebut anggota TAGANA wilayah Tasikmalaya Selatan di Kecamatan Cipatujah dan Cikalong masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
“Kami anggota TAGANA selatan terus memantau keadaan dan kondisi wilayah,” tambah dia.
Sementara itu, Kasat Pol Airud Polres Tasikmalaya, AKP Dian, menyebut gelombang pasang terjadi bersamaan dengan kecepatan angin mencapai 8 knot.
“Benar terjadi gelombang pasang kecepatan angin delapan knot. Tetapi memang masih ada nelayan yang melaut. Kami himbau agar nelayan jangan dulu melautnya, antisipasi hal tidak diinginkan,” kata Dian.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
Ia menambahkan, gelombang pasang juga membuat air laut masuk hingga ke saung-saung yang berada dekat bibir pantai. Karena itu, wisatawan diminta tidak mendekati kawasan pantai.
“Ada gelombang pasang sampai di saung-saung dekat bibir laut. Kami minta wisatawan tidak turun juga jangan dulu mendekat bibir pantai,” imbaunya. (dik)
