Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Langganan Gagal! Inovasi Silih Berganti, Target Tak Pernah Tercapai

Pengelolaan parkir kota tasikmalaya
Tampilan pengawasan CCTV deretan sepeda motor terparkir di salah satu titik di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya. (foto:Rangga Jatnika/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Di perbaikan pelayanan untuk pengendara, salah satu indikator keberhasilan pengelolaan parkir tepi jalan yakni tercapainya target retribusi. Realitanya, setelah inovasi silih berganti, Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya belum pernah memenuhi target yang ditetapkan.

Beberapa inovasi yang digagas Pemkot Tasikmalaya saat ini yakni kerja sama dengan pihak ketiga serta pemanfaatan sarana digital. Kendati demikian, efektivitasnya untuk memenuhi target retribusi belum terlihat.

Mantan Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf menilai, sistem digital memang semestinya diterapkan jika para petugas parkir sudah memahami mekanismenya. Namun, ia mengingatkan, persoalan baru bisa muncul ketika penerapan sistem tersebut dibarengi target setoran yang tidak tercapai.

Baca Juga:Lumba-Lumba Terdampar dan Mati di Pantai Timur PangandaranBeringin Tasikmalaya Mencari Pewaris!

“Ya memang seharusnya harus seperti itu kalau mereka sudah paham. Kalau tidak paham kan tetap saja manual,” kata Muhammad Yusuf kepada Radar, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, apabila petugas parkir dibebani target tertentu, konsekuensinya harus diperhitungkan sejak awal. Sebab, ketika target tidak tercapai, kerja sama dengan pengelola atau pihak tertentu berpotensi diputus.

“Memang kalau buat saya ke depan akan jadi problem. Ketika mereka tidak mencapai target itu kan ditarik, diputus kerja samanya,” terangnya.

Muhammad Yusuf mengingatkan, persoalan tidak otomatis selesai ketika kerja sama diputus. Sebab, para petugas parkir dinilai sudah memahami pola pengelolaan parkir di lapangan.

“Kalau sudah diputus apa mereka mau diam? Belum tentu. Karena siapa yang ikut di situ kan hafal,” katanya.

Ia juga menyinggung pengalaman digitalisasi parkir yang pernah diterapkan pada masa sebelumnya. Menurutnya, sistem digitalisasi pernah dipasang, tetapi tidak berjalan optimal hingga akhirnya pola setoran tetap menjadi pilihan.

“Dulu kan pernah dipasang digitalisasi, tidak manfaat. Enggak jalan sampai sekarang. Tetap saja setoran akhirnya,” ungkapnya.

Baca Juga:Jejak Panjang Nandang Suryana!KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah Ada

Karena itu, Muhammad Yusuf menilai pemerintah daerah seharusnya tidak terburu-buru mengejar penggunaan teknologi sebelum membangun sistem pengelolaan yang benar-benar matang.

“Kalau sistemnya sudah bagus, dirancang dulu sistem yang baik untuk para petugas parkir,” tegasnya.

Muhammad Yusuf bahkan menawarkan pola berbeda dalam pengelolaan parkir. Ia cenderung melihat pengelolaan parkir Kota Tasikmalaya dapat dikerjasamakan dengan satu pihak ketiga, dengan syarat potensi parkir dihitung secara jelas.

0 Komentar