TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Akhir Agustus belum datang. Tetapi di Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, suasananya sudah seperti menjelang pertandingan.
Belum ada peluit. Belum ada daftar pemain resmi. Tetapi beberapa nama mulai disebut.Itulah Musda.
Forum lima tahunan yang secara formal adalah agenda organisasi. Membahas pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun arah partai, lalu memilih ketua baru. Formalitasnya begitu. Politiknya? Tentu saja lebih panjang.
Baca Juga:Jejak Panjang Nandang Suryana!KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah Ada
DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya akan memasuki tahapan Musda yang rencananya digelar akhir Agustus 2026.
Musda inilah yang biasanya menjadi arena menentukan siapa yang akan memimpin Partai Beringin untuk periode berikutnya.
Bisa orang lama. Bisa orang baru. Bisa senior. Bisa pula orang muda. Dan seperti biasa dalam politik, nama yang paling sering disebut belum tentu nama yang paling banyak bergerak.
Yang diam belum tentu tidak bekerja. Yang ramai belum tentu maju. Itulah menariknya Musda.
Nama Ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya saat ini, Erry Purwanto, sebenarnya masih punya tempat. Informasinya, masih ada pengurus yang menginginkan Erry melanjutkan kepemimpinannya.
Itu bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Erry, perolehan kursi Golkar di DPRD Kabupaten Tasikmalaya tetap berada di angka tujuh. Tidak bertambah. Tetapi juga tidak berkurang.
Dalam politik, mempertahankan tujuh kursi ketika persaingan semakin keras juga bukan prestasi yang bisa dianggap angin lalu.
Baca Juga:NORMA NETIZEN!Belum Siap Eksekusi, Padahal Sistem dan CCTV Sudah Dibuat untuk Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Kota Tasikm
Apalagi Golkar tidak memiliki kader yang berhasil duduk sebagai kepala daerah. Namun ada satu persoalan yang lebih kuat daripada keinginan politik.
Mekanisme partai. Erry disebut tidak dapat kembali dicalonkan karena telah mencapai batas dua periode kepemimpinan.
Maka persoalannya bukan lagi: Apakah Erry masih diinginkan? Jawabannya bisa jadi: iya.
Persoalannya justru: Siapa yang akan meneruskan Erry? Di situlah nama-nama baru mulai muncul.
Dua nama yang belakangan mulai terdengar adalah Moch. Arief Arseha dan Aang Budiana.
Keduanya anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi Golkar. Keduanya masih relatif muda dibandingkan generasi lama Golkar.
Dan yang lebih penting: keduanya bukan orang yang tiba-tiba muncul karena Musda. Mereka sudah berada di dalam rumah Golkar.
