Beringin Tasikmalaya Mencari Pewaris!

Calon ketua golkar kabupaten tasikmalaya
Arief Arseha dan Aang Budiana
0 Komentar

Tinggal apakah mereka akan duduk di ruang tamu sebagai tamu, atau masuk ke kamar utama sebagai pemilik agenda.

Arief Arseha memiliki modal yang cukup lengkap. Ia anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2024-2029 dari Dapil III.

Pada Pemilu 2024, Arief memperoleh 7.590 suara. Angka itu meningkat cukup jauh dibandingkan perolehan 2019 yang mencapai 6.117 suara.

Baca Juga:Jejak Panjang Nandang Suryana!KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah Ada

Artinya sederhana. Mesin politiknya masih hidup. Bahkan bertambah kuat. Arief juga bukan hanya politisi yang bekerja di gedung DPRD.

Ia merupakan Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Tasikmalaya. Organisasi yang secara historis merupakan salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.

Pada Musda IV Kosgoro 1957 Kabupaten Tasikmalaya, 21 September 2024, ia kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2024-2029.

Di sini Arief punya modal yang agak berbeda. Ia tidak hanya mempunyai kursi. Ia juga mempunyai organisasi. Dan dalam politik, organisasi adalah kendaraan. Kursi DPRD adalah tiket. Dua-duanya tentu lebih bagus kalau dimiliki bersamaan.

Arief juga dikenal aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan wawasan kebangsaan. Ia beberapa kali menggandeng Kesbangpol dalam kegiatan yang menyasar generasi muda.

Tema yang dibawa pun bukan sekadar politik praktis. Sejarah. Kebangsaan. Kepemudaan. NKRI. Ini menarik. Sebab menjadi ketua partai bukan hanya soal siapa paling banyak baliho.

Ketua partai juga harus mampu menjelaskan kepada kader mengapa partainya masih penting. Apalagi Golkar sedang menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga:NORMA NETIZEN!Belum Siap Eksekusi, Padahal Sistem dan CCTV Sudah Dibuat untuk Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Kota Tasikm

Partai yang dahulu identik dengan birokrasi dan kekuasaan kini harus berhadapan dengan pemilih yang lebih cair. Pemilih muda. Pemilih media sosial.

Pemilih yang bisa memilih calon DPR dari satu partai, kepala daerah dari partai lain, lalu presiden dari koalisi yang berbeda.

Zaman sekarang tidak cukup hanya mempunyai lambang pohon beringin. Harus tahu bagaimana membuat pohon itu tetap teduh.

Nama kedua adalah Aang Budiana. Aang juga anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2024-2029 dari Dapil IV. Pada Pemilu 2024 ia memperoleh 6.964 suara.

Sebelumnya, pada periode 2019-2024, Aang dipercaya menjadi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Komisi yang berurusan dengan perkara yang sangat mudah disentuh masyarakat.Infrastruktur. Perumahan. Perhubungan.Lingkungan hidup. Jalan rusak lebih mudah dirasakan daripada pidato politik. Sampah juga. Transportasi apalagi.

0 Komentar