Jejak Panjang Nandang Suryana!

H nandang suryana, sudaryono kepala BgN
Dokumentasi H Nandang Suryana (kanan) foto bersama Sudaryono (kiri) yang kini menjadi Kepala BGN.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada orang yang ketika sukses ingin dipanggil pengusaha. Ada yang ketika masuk politik ingin dipanggil tokoh.

Ada yang ketika punya jabatan ingin dipanggil pejabat. Tapi H Nandang Suryana justru punya pilihan berbeda. Ia lebih senang disebut petani.

Bukan karena ia tidak mampu disebut pengusaha. Justru sebaliknya. Dunia usaha sudah membawanya pada kehidupan yang mapan. Tetapi bagi Nandang, petani memiliki makna yang jauh lebih dalam “Menjadi petani itu tidak mudah,” begitu kira-kira cara pandangnya.

Baca Juga:KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah AdaNORMA NETIZEN!

Sebab petani bukan hanya soal menanam dan memanen. Petani adalah tentang kesabaran menunggu musim. Tentang keberanian menghadapi risiko. Tentang bekerja tanpa banyak suara, tetapi hasilnya menghidupi banyak orang. Di situlah Nandang menemukan kehormatan.

Saya mengenal Nandang bukan sebagai sosok yang senang menunjukkan keberhasilan. Padahal sebagai pengusaha, ia memiliki kemampuan untuk tampil berbeda.

Bisa saja ia memakai pakaian bermerek. Bisa saja ia membangun citra sebagai orang sukses dengan segala atributnya.Tapi Nandang memilih jalan yang lebih sederhana. Pakaiannya biasa. Penampilannya bersahaja. Sikapnya tetap sama.

Seolah ingin mengatakan bahwa ukuran keberhasilan seseorang tidak selalu terlihat dari apa yang melekat di tubuhnya.

Ada orang kaya yang sibuk memperlihatkan kekayaannya. Ada juga orang kaya yang justru merasa tidak perlu menjelaskan apa pun.

Nandang berada di kelompok kedua. Ia lebih nyaman duduk bersama masyarakat, berbicara dengan pedagang kecil, petani, pengusaha lokal, hingga para politisi.

Tidak banyak jarak. Tidak banyak protokol. Tidak banyak gaya. Saya masih ingat ketika sering berkunjung ke kediamannya di Kawalu. Bukan untuk acara resmi. Bukan untuk wawancara dengan kamera.

Baca Juga:Belum Siap Eksekusi, Padahal Sistem dan CCTV Sudah Dibuat untuk Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Kota TasikmKalau Memang Ada, Gubernur Jabar KDM Minta BPN Pangandaran Membatalkan Sertifikat Harim Laut Pantai Madasari

Hanya sekadar berbincang. Tentang usaha.Tentang kehidupan. Tentang politik. Tentang bagaimana seseorang harus tetap berdiri di tengah perubahan zaman.

Rumah itu menjadi ruang bertukar pikiran. Tempat cerita-cerita kecil tentang masyarakat bertemu dengan gagasan besar tentang pembangunan.

Nandang bukan tipe orang yang merasa paling tahu. Ia lebih banyak mendengar.Mungkin itu yang membuatnya mudah diterima banyak kalangan. Karena ia tidak datang membawa jarak. Ia datang membawa percakapan.

0 Komentar