Jejak Panjang Nandang Suryana!

H nandang suryana, sudaryono kepala BgN
Dokumentasi H Nandang Suryana (kanan) foto bersama Sudaryono (kiri) yang kini menjadi Kepala BGN.
0 Komentar

Sebelum dikenal sebagai tokoh pasar dan ekonomi kerakyatan, Nandang pernah menjadi salah satu aktor penting dalam perjalanan politik Kota Tasikmalaya.

Ketika masih menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya selama dua periode. Ketika pertama memimpin, Gerindra bukanlah partai yang berada di posisi puncak.

Ia masih harus bekerja keras membangun kepercayaan masyarakat. Politik bukan hanya soal spanduk. Bukan hanya soal kampanye. Bukan hanya soal hadir menjelang pemilu.

Baca Juga:KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah AdaNORMA NETIZEN!

Nandang memilih jalur yang lebih panjang.Membangun hubungan. Mendekat dengan rakyat. Membuka ruang komunikasi.

Menguatkan struktur dari bawah. Hasilnya mulai terlihat. Gerindra yang sebelumnya bukan pemain utama, perlahan naik menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.

Puncaknya, pada Pemilu 2019 dan 2024, Gerindra berhasil menjadi salah satu kekuatan besar bahkan menjadi partai pemenang di Kota Tasikmalaya.

Tentu kemenangan politik tidak lahir dari satu orang saja. Ada kerja kolektif banyak kader. Ada perjuangan panjang banyak simpatisan.

Namun pondasi awal selalu membutuhkan seseorang yang mau bekerja ketika hasil belum terlihat. Dan di fase itu, nama Nandang Suryana menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Setelah melepas jabatan sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya, Nandang tidak memilih menghilang. Ia kembali ke ruang yang sejak lama dekat dengannya.

Ruang rakyat. Ruang ekonomi kecil. Ruang para pedagang. Untuk itu pada Kamis, 7 Agustus 2026, Nandang Suryana kembali dipercaya secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Tasikmalaya dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Sekretariat APPSI, Jalan Babakan Pala, Kecamatan Kawalu.

Baca Juga:Belum Siap Eksekusi, Padahal Sistem dan CCTV Sudah Dibuat untuk Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Kota TasikmKalau Memang Ada, Gubernur Jabar KDM Minta BPN Pangandaran Membatalkan Sertifikat Harim Laut Pantai Madasari

Menariknya, jabatan itu seolah kembali mempertemukannya dengan identitas yang ia sukai. Bukan sebagai pengusaha besar.Bukan sebagai politisi. Tetapi sebagai orang yang berdiri bersama para pedagang.

Usai terpilih, Nandang langsung menyampaikan arah perjuangannya. Baginya, pasar rakyat tidak boleh hanya dilihat sebagai tempat transaksi ekonomi.

Pasar adalah ruang kehidupan. Tempat orang bertemu. Tempat hubungan sosial tumbuh. Tempat budaya masyarakat bertahan.

“Pasar rakyat bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ruang silaturahmi yang menjunjung kejujuran, kebersamaan, dan nilai-nilai budaya. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga,” ujarnya.

0 Komentar