Keluhan SPBU Cipatujah Tasikmalaya Mencuat, Hiswana Migas Evaluasi Pelayanan Operator

keluhan pelayanan SPBU Cipatujah
Suasana SPBU Cipatujah Tasikmalaya yang sempat viral, Selasa (11/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Keluhan konsumen terhadap pelayanan di SPBU Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Priangan Timur.

Di tengah ramainya sorotan warganet, Hiswana Migas memastikan persoalan tersebut telah ditindaklanjuti pengelola SPBU.

Evaluasi terhadap pelayanan operator juga dilakukan agar polemik yang bergulir di media sosial tidak berhenti sebagai perang komentar.

Baca Juga:Warga Sukabakti Kota Tasikmalaya Kesulitan Air Bersih, Polisi Datang Bawa 1.000 LiterOJK Tasikmalaya Ingatkan Mahasiswa Unpad, Jangan Sampai FOMO Berujung Utang

Ketua Hiswana Migas Priangan Timur Faujiana Fatah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai keluhan konsumen tersebut.

Koordinasi dengan pengelola SPBU kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam unggahan yang beredar adalah penggunaan jerigen saat pengisian BBM.

Faujiana menjelaskan, penggunaan jerigen dalam kejadian tersebut tidak serta-merta merupakan pelanggaran.

Sebab, jerigen digunakan untuk kebutuhan nelayan yang telah memiliki rekomendasi resmi dari pemerintah.

“Jerigen tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku karena memiliki rekomendasi dari pemerintah untuk kebutuhan nelayan,” ujar Faujiana dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, distribusi BBM bersubsidi untuk kelompok tertentu, termasuk nelayan, memang dimungkinkan sepanjang memenuhi mekanisme dan persyaratan administrasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:PHK Pekerja Sales Jadi Bola Panas, Disnaker Kota Tasikmalaya Siapkan AnjuranGeger di Sungai Ciloseh! Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Wajah Hancur

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan setiap pengisian BBM menggunakan jerigen sebagai bentuk pelanggaran. Statusnya tetap harus dilihat berdasarkan peruntukan dan kelengkapan administrasi.

Di sisi lain, Hiswana Migas tidak mengabaikan keluhan mengenai pelayanan yang menjadi pemicu viralnya persoalan tersebut.

Faujiana menyebut pengelola SPBU Cipatujah telah menemui konsumen yang bersangkutan secara langsung.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk memberikan penjelasan sekaligus menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Manajemen SPBU juga melakukan evaluasi internal terhadap kinerja operator.

“Pihak SPBU telah menemui konsumen dan melakukan evaluasi terkait kinerja operator SPBU. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik ke depannya,” bebernya.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena persoalan pelayanan di SPBU dengan cepat dapat berubah menjadi sorotan publik ketika terekam dan tersebar di media sosial.

Hiswana Migas menilai perbaikan pelayanan harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan distribusi BBM.

0 Komentar